Breaking News:

Sidang Lanjutan Penipuan Lahan KUD di Siak, Penasihat Hukum Minta ini ke Hakim, Jaksa Ajukan Replik

Sidang lanjutan penipuan jual beli lahan KUD di Siak, Penasihat Hukum minta ini ke Majelis Hakim, Jaksa ajukan replik

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Sidang Lanjutan Penipuan Lahan KUD di Siak, Penasihat Hukum Minta ini ke Hakim, Jaksa Ajukan Replik. Foto:Dwi Setiarini, PH Mawardi dan Darsino, Ketua dan bendahara KUD Sialang Makmur menyerahkan salinan eksepsinya kepada JPU pada sidang ketiga perkara penipuan jual beli lahan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Sidang lanjutan penipuan jual beli lahan KUD di Siak, Penasihat Hukum minta ini ke Majelis Hakim, Jaksa ajukan replik.

Penasihat Hukum (PH) terdakwa Mawardi Bin Jalaluddin dan Darsino Musirin, Ketua dan Bendaraha KUD Sialang Makmur Kabupaten Pelalawan, Dwi Setiarini dan Eko Saputra meminta majelis hakim membebaskan kedua terdakwa.

Alasannya, dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada kedua terdakwa tidak lengkap, tidak jelas dan tidak cermat.

Hal tersebut diungkapkan dalam eksepsi terdakwa yang dibacakan pada sidang lanjutan kasus jual beli lahan seluas 122 Ha milik KUD Tunas Muda, Kampung Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Rabu (19/5/2021) di Pengadilan Negeri (PN) Siak.

Dwi Setiarini membacakan 12 halaman eksepsi kliennya tersebut dalam sidang terbuka yang dipimpin Hakim Ketua Bangun Sagita Rambey.

“Dakwaan JPU banyak yang salah, yang juga memuat KUD Maju Bersama, padahal Mawardi dan Darsino tidak pernah mengatasnamakan KUD Maju Bersama, namun hanya bertindak sebagai KUD Sialang Makmur,” kata Dwi Setiarini.

Selain itu, ia juga membantah 4 dakwaan yang diajukan JPU tidak sesuai dengan perbuatan kedua terdakwa.

Unsur yang didakwakan juga tidak lengkap, tidak jelas dan tidak cermat. Ia memohon kepada majelis untuk membebaskan kedua terdakwa.

“Memohon kepada majlis agar kiranya berkenan memberikan putusan sela membebaskan kedua terdakwa dari tahanan Rutan dan memulihkan nama baik kedua terdakwa. Kemudian membebankan biaya perkara kepada negara,” kata Dwi.

Semua eksepsi tersebut disimak secara cermat oleh JPU Kejari Siak, Maria Pricilia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved