Breaking News:

Sidang Lanjutan Penipuan Lahan KUD di Siak, Penasihat Hukum Minta ini ke Hakim, Jaksa Ajukan Replik

Sidang lanjutan penipuan jual beli lahan KUD di Siak, Penasihat Hukum minta ini ke Majelis Hakim, Jaksa ajukan replik

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Sidang Lanjutan Penipuan Lahan KUD di Siak, Penasihat Hukum Minta ini ke Hakim, Jaksa Ajukan Replik. Foto:Dwi Setiarini, PH Mawardi dan Darsino, Ketua dan bendahara KUD Sialang Makmur menyerahkan salinan eksepsinya kepada JPU pada sidang ketiga perkara penipuan jual beli lahan. 

Pasal 263 ayat 2 KUHPidana, terkait menggunakan surat palsu, pasal 385 ayat 1 KUHPidana tentang penyorobotan lahan, Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan dan pasal 372 KUHPidana tentang penggelapan. Kedua terdakwa diancam dengan 6 tahun penjara.

“Jadi intinya ada 4 dakwaan tersebut, bahwa terdakwa menggunakan surat palsu, melakukan penyerobotan lahan, penipuan dan juga penggelapan,” kata JPU Maria, sebelumnya.

Terkait eksepsi yang dibacakan PH terdakwa ditanggapinya santai.

Sebab, pihaknya akan menjawab dan menanggapi hal tersebut secara gamblang pada sidang Jumat besok.

Pihaknya juga mengaku akan lebih siap meghadapi kedua terdakwa dalam persidangan selanjutnya.

Bahkan pihaknya telah menyiapkan saksi-saksi yang kompeten untuk menghadapi perkara tersebut.

“Satu kali sidang kami menyiapkan 5 saksi, dan kami juga menyiapkan saksi ahli yakni 2 orang dalam perkara ini,” kata dia.

Ini Penjelasan Penasihat Hukum

Penasihat Hukum KUD Tunas Muda Dedy Reza menyampaikan, kliennya kehilangan lahan kebun sawit seluas 122 Ha karena tertipu jual beli lahan dengan KUD Sialang Makmur asal Pelalawan.

Permasalahan ini terjadi atas dasar jual beli yang sah pada 2011 lalu, namun ada ketidaksesuaian janji bayar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved