Pengakuan Pengikut Aliran Sesat dengan Khas Rambut Merah, Ternyata Memang Malas Sholat dan Puasa
Inilah pengakuan pengikut aliran sesat dengan khas rambut merah. Ternyata ada yang mengatakan memang malas sholat dan puasa
TRIBUNPEKANBARU.COM- Ada-ada saja pengakuan beberapa warga yang ikut aliran sesat kepercayaan.
Mereka tidak melaksanakan sholat dan juga puasa termasuk puasa ramadan.
Ciri khas mereka ini rambutnya dicat berwarna merah dan lebih sering hanya mengenakan celana saja.
Keberadaan kelompok aliran ini akhirnya terungkap. Ada beberapa orang yang kemudian dilakukan pembinaan ulang.
Nah, saat pembinaan itulah terungkap alasan mereka masuk aliran paham baru tersebut.
Ternyata mereka malas sholat dan puasa. Ingin refresing tidak melaksanakan ibadah apapun dalam aktifitas sehari-hari.
Jadilah mereka ikut aliran yang memang tidak mewajibkan sholat dan puasa.
Berikut ini kronologinya
DJ (50), warga Desa Bojong, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengaku khilaf tak melakukan kewajiban salat lima waktu dan salat Jumat.
Ia juga mengaku malas melakukan kewajiban puasa saat bulan Ramadan.
Hal tersebut terungkap saat Majelis Ulama Indonesia Desa Bojong melakukan pembinaan dan pencegahan kepada sembilan warga yang diduga menyimpang.
Pembinaan dilakukan di Aula Desa Bojong, Jumat (21/5/2021).
Pembinaan dan pencegahan berlangsung selama satu jam lebih oleh tim yang telah dibentuk pemerintah Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
Selesai dilakukan pembinaan dan pencegahan, serta mengucapkan deklarasi dan dua kalimat syahadat, beberapa warga yang telah kembali ke ajaran Islam yang baik dan benar enggan untuk diwawancara.
Sekretaris MUI H Insan Budiman membenarkan bahwa mereka pada dasarnya hafal masalah keagamaan.
"Mereka menyadari kekhilafan. Adapun lebih jauh setelah kami konfirmasi dan kami tanyakan ternyata mereka mengaku tak bisa melaksanakan salat hanya malas dan jenuh," kata Insan.
Insan mengatakan, mengenai kegiatan di hutan, mereka mengaku hanya melakukan refreshing dan tak melakukan ritual apa pun.
Rambut Dicat Merah
Pemerintah Desa Bojong bersama dengan MUI Desa Bojong dan Persatuan Asatid Karangtengah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan pembinaan terhadap DJ (50) seorang warga Kecamatan Karang Tengah yang diduga menganut aliran sesat.
Kepala Desa Bojong Uyeng Handoko telah mendapat informasi beberapa warga sudah ikut pengaruh DJ.
Dalam investigasi selama tiga hari, kepala desa mendapat fakta bahwa DJ dan sembilan warga yang sudah ikut di dalamnya tidak mewajibkan salat dan puasa.
"Semua rambutnya dicat merah dan mereka sering tidak berpakaian hanya memakai celana saja," ujar Kades ditemui di ruangannya, Kamis (20/5/2021).
Kepala desa juga menyebut hasil penelusuran di media sosial.
Dimana akun media sosial aliran sesat ini menggunakan nama aneh-aneh seperti raja Dajal dan iblis.
Kepala desa menjelaskan kronologis awal ia mendapat informasi hari Senin dari warga yang melaporkan ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa.
Warga melapor karena resah melihat beberapa warganya yang biasa rajin ke masjid saat puasa malah tidak berpuasa juga tak melakukan salat.
"Senin itu juga saya langsung investigasi ke lapangan, saya mengobrol dengan orang yang dimaksud," ujar kepala desa.
Ia mengatakan, tak hanya sekali datang ke rumah yang dimaksud namun sampai tiga kali berkunjung.
"Hari Selasa sudah diadakan evaluasi di desa, kami rencanakan investigasi tambahan dan mengundang MUI dan ulama bermusyawarah," katanya.
Kepala desa menduga ada penyimpangan, berangkat dari dugaan tersebut rencananya Jumat (21/5/2021) besok yang bersangkutan akan dipanggil oleh MUI untuk lebih mendalami sejauh mana aliran ini.
"Kami tak bisa memvonis sesat atau tidaknya aliran ini, yang bersangkutan akan dipanggil oleh pihak desa apakah itu betul indikasi sesat, kami juga akan menempuh langsung tahapan pembinaan dan diberi pencerahan," katanya.
Kepala desa mengatakan, musyawarah akan dilakukan oleh tim yang terdiri dari empat orang.
Kepala desa menyebut ada masyarakat yang ikut sekitar tujuh orang warga sekitar namun mereka sudah di-Islamkan lagi dengan mengucap syahadat.
"Ciri-ciri eksklusif mereka memiliki rambut merah, yang ikut baru kerabat dekat," katanya.
Kepala desa menyebut DJ selalu bilang jika salat cukup niat gerakan hanya olahraga, lalu salat Jumat cukup diam di tempat yang sepi bersemedi.
DJ mengaku mendapat ilmu aliran tersebut dari seorang berinisial R di Kecamatan Sukaluyu.
Demikian informasi beberapa warga yang malasa melaksanakan Sholat dan Puasa lalu ikut aliran sesat. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Pengakuan Pengikut Aliran Sesat di Cianjur, Akui Awalnya Karena Malas Puasa Ramadan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/aliran-paham.jpg)