Breaking News:

Biasanya Gratis Kini Dipotong Rp 2.500 Cuma Cek Saldo di ATM Link 4 Bank BUMN, BI Riau Jelaskan Ini

Biasanya gratis kini dipotong Rp 2.500 cuma cek saldo di ATM link, 4 bank BUMN sesuaikan biaya transaksi,BI Riau jelaskan hal ini

Penulis: Alex
Editor: Nurul Qomariah
Kontan
Biasanya Gratis Kini Dipotong Rp 2.500 Cuma Cek Saldo di ATM Link 4 Bank BUMN, BI Riau Jelaskan Ini.Foto: ilustrasi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Biasanya gratis kini dipotong Rp 2.500 cuma cek saldo di ATM link, 4 bank BUMN sesuaikan biaya transaksi,BI Riau jelaskan hal ini.

Empat bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN yang tergabung ke dalam ATM Link akan melakukan penyesuaian biaya transaksi.

Keempat bank pelat merah tersebut menerapkan biaya yang sama untuk transaksi cek saldo sebesar Rp 2.500 dan tarik tunai Rp 5.000 di mesin ATM Himbara yang berbeda dan ATM Link, dari semula Rp 0 atau gratis.

Menanggapi hal itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau Bidang Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Manajemen Internal Asral Mashuri mengatakan, dalam mengembangkan sistem pembayaran nasional, mengusung konsep interconnectivity dan interoperabilitas.

"Interconnect artinya, semua bank terhubung. Dulu, punya uang di BCA, ambil uang juga di BCA, baik di loket maupun ATM,"kata Asral kepada Tribun, Sabtu (22/5/2021).

"Punya uang di Mandiri juga ambil uang di Mandiri. Sekarang tidak lagi, punya uang di BCA, bisa ambil di atm mana saja yang terkoneksi," ujarnya.

Dikatakan Asral, untuk mendukung hal itu, maka harus ada back end yang menyebabkan antar bank saling terkoneksi. Namanya lembaga switching (LS).

Ditincikannya, terdapat 4 LS, di antaranya adalah PT Jalin, dikenal dengan ATM link, ini digunakan oleh bank-bank Himbara. Kemudian selanjutnya adalah PT Artajasa, dikenal dengan ATM bersama, digunakan oleh BPD.

Selanjutnya, adalah PT Rintis, atau ATM Prima, digunakan bank-bank Perbanas, dan kemudian PT Daya, atau ATM Alto, yang digunakan beberapa bank tertentu.

"BI hanya mengatur kebijakannya agar interconnect antar bank, bagaimana itu bisa terwujud, diserahkan pada industri perbankan," urainya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved