Breaking News:

Nakes Terpapar Covid-19, Pelayanan RS Raja Musa Inhil Tutup Sementara, Masyarakat Tak Perlu Panik

RSUD Raja Musa Inhil, terpaksa menghentikan layanannya untuk sementara waktu karena sejumlah Nakes terpapar Covid-19.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Ariestia
unsplash @martinsanchez
FOTO ILUSTRASI - Rumah Sakit Unit Darurat (RSUD) Raja Musa Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Inhil, terpaksa menghentikan layanannya untuk sementara waktu karena sejumlah Nakes terpapar Covid-19. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KATEMAN – Rumah Sakit Unit Darurat (RSUD) Raja Musa Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Inhil, terpaksa menghentikan layanannya untuk sementara waktu karena sejumlah Nakes terpapar Covid-19.

Rumah sakit rujukan di Kecamatan Kateman ini, menghentikan sementara pelayanan rawat jalan dan rawat inap setelah sejumlah tenaga kesehatan (nakes) terpapar Covid-19.

Pihak rumah sakit telah mengeluarkan surat pemberitahuan penghentian sementara pelayanan rawat jalan dan rawat inap terhitung 7 hari dan di mulai pada tanggal 25 Mei hingga 31 Mei 2021.

Dengan penutupan rumah sakit ini, Camat Kateman, Kamren, mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap fokus mematuhi prokes Covid-19 yang telah dianjurkan pemerintah.

“Tanpa dukungan dari masyarakat bagaimana kita akan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, apa lagi saat ini sudah ada lagi varian baru dari Covid-19. Kita himbau masyarakat lebih peduli lagi terhadap kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar,” ungkap Kamren, Minggu (23/5).

Menurut Kamren, Keputusan ini diambil dan sudah dibicarakan dengan pihak terkait, antara lain, Dinas Kesehatan Inhil, Bupati dan Wakil Bupati Inhil selaku tim gugus tugas penanganan Covid-19.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan rawat jalan dan rawat inap, nantinya akan di rujuk ke rumah sakit terdekat atau ke RSUD Tembilahan,” tutur Kamren.

Terpisah, Direktur RSUD Raja Musa dr. Rahmat Susanto menjelaskan, tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 di rumah sakit yang dipimpinnya sebanyak 9 orang, antara lain, dokter, perawat, bidan, reka medik hingga farmasi.

“Mereka diisolasi dan sebagian lagi isolasi mandiri. Meskipun pelayanan rawat jalan dan rawat inap ditutup sementara, sedangkan untuk Unit Gawat Darurat (UGD) tetap kami buka,” ujar dr Rahmat kepada awak media melalui sambungan selulernya.

Pasca penutupan rumah sakit dan terpaparnya tenaga kesehatan, menurut dr Rahmat, pihaknya akan mengotimalkan tracing kepada petugas yang kontak erat dengan pasien atau tenaga kesehatan positif Covid-19 untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Kita akan langsung melakukan pemeriksaan rapid antigen. Staf yang masuk kantor juga akan dibatasi sebanyak 50 persen dari hari-hari biasanya sambil melakukan penyemprotan disinfektan dan sterilisasi ke semua ruangan,” pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Berita Inhil lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved