Video Berita
VIDEO: Tim BKSDA Riau Sosialisasikan Teknik Mengusir Gajah Liar Pada Warga Kuansing
Pengusiran dengan cara penggiringan kerap membuat emosi gajah. Bahkan ada warga yang luka akibat dibanting gajah.
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: David Tobing
TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN -Konflik antara manusia dan gajah liar di Kuansing masih terus terjadi. Banyak lahan warga yang dirusak gajah.
Beberapa daerah yang tercatat yang dimasuki gajah yakni di Kecamaan Ligas Tanah Darat, Kecamatan Kuantan Hilir dan Inuman.
Beberapa warga mencoba mengusir gajah dengan cara penggiringan agar masuk kembali ke hutan.
Pengusiran dengan cara penggiringan kerap membuat emosi gajah. Bahkan ada warga yang luka akibat dibanting gajah.
Aswan, warga Desa Kampung Baru Koto, Kecamatan Inuman, misalnya. Ia dibanting gajah pada 15 Mei kala melakukan pengiringan.
Pada 17 Mei, warga empat desa di Kecamatan Inuman yakni Koto Inuman, Kampung Baru Koto, Pasar Inuman dan Desa Lebuh Lurus juga dikejar gajah kala melakukan pengiringan. Kala itu gajah emosi.
Zulkifli dari Balai Besar BKSDA wilayah 1 Inhu Kuansing pun memberi arahan pada warga desa. Salah satunya warga Desa Kampung Baru Koto pada 17 Mei.
Dalam video ini Zulkifli memberi teknik dalam penggiringan gajah. Agar tidak ada laki warga yang terluka atau gajah emosi.
"Ada warga kita yang kena. Itu melakukan penggiringan siang hari. Pas jam 12 siang," katanya dalam video ini.
Dikatakannya, penggiringan bisa dilakukan pagi hari sampai pukul 10.00 wib. Kemudian dilanjutkan pada sore hari sekitar pukul 16.00 wib.
"Kalau siang hari, gajahnya istirahat," terangnya.
Soal bunyi-bunyian, seperti mercon dan meriam, ia juga memberi saran. Jangan sering membunyikan.
"Boleh dibunyikan asal bertemu dengan gajah tersebut. Kalau sering dibunyikan bisa buat gajah bingung," katanya. (Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan)