Breaking News:

Kasus Covid Di Riau Meledak, Bayi 1 Tahun Pun Menjadi Korban

Hal itu menjadikan kasus infeksi Covid-19 di Riau tertinggi di Indonesia. Satu dari 27 pasien yang meninggal tersebut merupakan bayi berusia 1 tahun.

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Guruh Budi Wibowo
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
vaksinasi bisa mengurangi penyebaran Covid-19 
TRIBUNPEKANBARU.COM - Kasus Covid-19 di Riau meledak. Kasus positif di Riau pada Rabu (26/5/2021) mencapai 739 dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 27 orang.
Hal itu menjadikan kasus infeksi Covid-19 di Riau tertinggi di Indonesia.
Satu dari 27 pasien yang meninggal tersebut merupakan bayi berusia 1 tahun.
Bayi yang meninggal akibat Covid-19 tersebut terjadi di Kabupaten Siak.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Siak L Budhi Yuwono mengatakan, bayi 1 tahun yang terkonfirmasi positif Covid 19 merupakan kontak erat dari orang tuanya, yakni Tuan F (36) yang diisolasi di asrama haji Siak.
Saat ini bayi tersebut juga dirawat di asrama haji Siak.
Mereka merupakan warga Kampung Sungai Kayu Ara, Kecamatan sungai Apit. 
“Saat ini dirawat dan diisolasi di asrama haji Siak atas nama AP (1) yang merupakan kontak erat dari pasien 4071 yakni Tuan F (36),” kata dia.
Tingginya angka penularan dan kasus meninggal dunia seharusnya menjadi pembelajaran bagi warga Riau untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan diakui ampuh dalam mencegah penularan Covid-19.

Meningkatnya angka infeksi Covid-19 di Riau diduga disebabkan,masih abainya warga Riau dalam menerapkan protokol kesehatan.

Mereka hanya menerapkan protokol kesehatan saat bertemu dengan warga yang dinilai telah mengalami gejala Covid.

Sebagian masyarakat tak sadar jika banyak silent carrier yang berkeliaran. 

Silent carrier adalah pengidap Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

Akibat tidak memiliki gejala, pengidap merasa sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa.

Silent carrier sangat mungkin untuk menularkan Covid-19 kepada orang-orang di sekitarnya tanpa dapat dikendalikan.

Agar tak tertular oleh silent carrier, masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan meski warga sekitar terlihat tampak sehat dan bugar.

Masyarakat harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan yang diiringi dengan menjaga jarak.

Sebab, tidak menutup kemungkinan orang yang tertular silent carrier tersebut akan mengalami gejala yang cukup parah setelah terinfeksi Covid-19.

(*)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved