Breaking News:

Bulan Hilang Timbul Tertutup Mendung,Warga Berebut Abadikan Super Blood Moon di Kawasan Istana Siak

Bulan hilang timbul tertutup mendung, warga berebut abadikan super blood moon di kawasan Istana Siak, ini penampakannya

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Bulan Hilang Timbul Tertutup Mendung,Warga Berebut Abadikan Super Blood Moon di Kawasan Istana Siak. Foto:Gerhana bulan total terlihat jelas di langit Siak, dari kawasan Siak Bermadah, Rabu (26/5/2021) pukul 20.20 WIB. Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bulan hilang timbul tertutup mendung, warga berebut abadikan super blood moon di kawasan Istana Siak, ini penampakannya.

Warga di Kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau ikut memantau fenomena alam gerhana bulan total atau super blood moon, Rabu (26/5/2021) dari kawasan istana Siak.

Awalnya bulan tidak terlihat karena cuaca mendung di Siak.

Sekitar pukul 19.45 WIB barulah terlihat jelas gerhana bulan total.

Warga pun terpantau mengabadikan momen tersebut dari istana Siak.

Penampakan bulan ini sempat hilang timbul akibat banyaknya awan sehabis mendung.

Semakin malam cuaca semakin cerah sehingga gerhana bulan total terlihat sempurna di langit Siak.

“Saya sengaja datang ke kawasan Istana Siak untuk mengambil gambar gerhana bulan ini untuk konten Youtube saya, karena ini fenomena langka ya harus kita abadikan,” kata Ali, warga Siak yang dijumpai Tribunpekanbaru.com .

Ia mengambil momen langka ini di dua tempat, yakni di depan Istana Siak dan di tugu kerajaan Siak di lapangan Siak Bermadah.

Awalnya ia sempat kecewa karena tidak munculnya penampakan bulan.

“Saya kira tidak dapat dilihat dari Siak, karena dari media massa pukul 18.18 WIB sudah ada penampakan," ujarnya.

"Sampai pukul 19.30 WIB tadi saya belum melihat dan saya kita tidak dapat dilihat dari Siak. Ternyata pukul 19.45 WIB kita dapat menyaksikannya,” sambung Ali.

Selain Ali dan kawan-kawannya, juga tampak warga lainnya ikut keluar rumah menyaksikan fenomena ini.

Suasana di kawasan Istana Siak sempat riuh karena banyaknya warga yang mengabadikan momen langka ini.

Diketahui, gerhana bulan total ini hanya terjadi setiap 195 tahun.

Beruntunglah masyarakat Siak yang dapat menyaksikan fenomena ini.

Di sekitaran kota Siak tidak terdapat pelaksaan salat gerhana berjemaah di masjid-masjid, karena kondisi Covid- 19 di Siak masih mengkhawatirkan.

Informasi yang dihimpun Tribunpekanbaru.com , gerhana bulan total ini bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Puncak gerhana bulan awalnya diprediksi terjadi pada pukul 18.18 WIB, 19.18 WITA dan 20.18 WIT.

( Tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved