Breaking News:

Sakit Hati Diputusi, Pemuda di Inhil Jual Video Tak Senonoh Mantan Pacar, Harga Tergantung Durasi

Sakit hati diputusi, seoarng pemuda berinisial PP (21) di Inhil jual video tak senonoh mantan pacar.

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Polres Inhil
Sakit hati diputusi, seorang pemuda berinisial PP (21) di Inhil jual video tak senonoh mantan pacar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Sakit hati diputusi, pemuda di Inhil jual video tak senonoh mantan pacar.

Seorang pemuda berinisial PP (21) ini sepertinya memang belum bisa melupakan momen manis bersama mantan pacarnya inisial FY (18), warga Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil, Provinsi Riau.

Akibatnya PP yang tidak terima di putuskan oleh FY nekat menyebarkan foto dan video mantan pacarnya tersebut ke media sosial (Medsos)

Pelaku yang merupakan warga Jambi ini tidak hanya menyebarkan dokumentasi tidak senonoh mantannya via whatsapp, pelaku juga menjual foto dan video mantan pacarnya tersebut di medsos Instagram.

Alhasil FY tidak terima foto dan video dirinya disebar pelaku karena merasa dirugikan, sehingga melaporkannya ke Polres Inhil, Sabtu (24/5/21).

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP Amru Amdullah menerangkan, setelah dilakukan penyelidikan terhadap identitas dan keberadaan pelaku, Unit Tipidter Sat Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Inhil berhasil menangkap pelaku pada hari yang sama, sekitar pukul 18.00 WIB.

“Pelaku (PP) diamankan di Tanjung Jabung Barat, Jambi. Keduanya sudah putus sekitar 4 bulan. Pelaku sakit hati karena di putuskan hubungan asmaranya oleh korban,” ungkap AKP Amru kepada Tribun Pekanbaru, Kamis (27/5/21).

Kasat menambahkan, pelaku penyebaran foto dan video tak senonoh ini menjual foto dan video korban berdasarkan panjangnya durasi video atau berkisar seharga Rp.20 ribu hingga Rp. 100 ribu.

Akibat perbuatannya ini, pelaku di kenakan pasal 45 ayat (1) UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

“Pelaku saat ini dibawa ke Polres Inhil untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Barang bukti yang berhasil diamankan, 1 unit handphone android,” pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Berita Inhil lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved