Breaking News:

Tangisan Wanita Ditinggal Suami Tanpa Status,Hikayat Air Mato Bejando dari Pelalawan, Raih API 2020

Tangisan wanita ditinggal suami tanpa status, hikayat minuman Air Mato Bejando dari Pelalawan, Raih Penghargaan API 2020

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Tangisan Wanita Ditinggal Suami Tanpa Status,Hikayat Air Mato Bejando dari Pelalawan, Raih API 2020. Foto: Air Mato Bejando dari Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Tangisan wanita ditinggal suami tanpa status, hikayat minuman Air Mato Bejando dari Pelalawan, Raih Penghargaan API 2020.

Sebuah kelapa yang masih muda dibuka kulitnya dan diambil air maupun isinya, dituangkan ke dalam gelas.

Kemudian air kelapa muda itu dicampur dengan selasih, madu, serta jeruk hingga siap dihidangkan untuk diminum.

Minuman khas Kabupaten Pelalawan ini banyak dijumpai setiap acara pesta, menjamu tamu, hingga setiap Bulan Ramadhan sebagai minuman berbuka puasa.

Meski tidak terlalu terkenal, namun minuman air mato bejando ini ternyata mengharumkan nama Pelalawan sampai ke tingkat nasional.

"Seperti itulah cara sederhana membuat minuman air mato bejando. Ini minuman khas dari Pelalawan, tepatnya dari Kecamatan Kuala Kampar," terang warga Kuala Kampar, Tengku Kaharuddin kepada Tribunpekanbaru.com Kamis (27/5/2021).

Pria berusia 52 tahun ini menuturkan, minuman air mato bejando telah dikenal sejak jaman nenek moyang dulu di Kecamatan Kuala Kampar atau kerap di sebut Pulau Penyalai.

Rasanya yang manis, asam, dan sedikit pahit sangat segar diminum ketika haus.

Generasi saat ini tidak banyak lagi yang mengenal minuman yang populer di daerah pesisir Pelalawan tersebut.

Alhasil saat ini terus diperkenalkan kepada masyarakat termasuk di luar Pelalawan, agar kearifan lokal itu terjaga terus.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved