Breaking News:

Sayembara Parkir Belum Juga Dilaksanakan, DPRD Pekanbaru Minta Kaji Lagi Soal PAD-nya

Anggota DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH, kembali mempertanyakan sayembara parkir tepi jalan umum, yang bakal digelar oleh Dishub Pekanbaru.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
Anggota Fraksi PDI-P DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH, kembali mempertanyakan sayembara parkir tepi jalan umum, yang bakal digelar oleh Dishub Pekanbaru.

Sebab, hingga akhir Mei ini, sayembara tak kunjung dilaksanakan.

Harusnya Dishub, sudah mengumumkan tahapan-tahapan sayembara pengelolaan parkir tersebut, mengingat sejak awal Maret 2021 lalu sudah dijanjikan.

Tujuannya semata-mata, masih agar semua tahapannya, bisa diketahui oleh masyarakat, khususnya bagi calon peserta sayembara.

"Kita ketahui, sejak pemutusan kontrak pengelola pertama PT Datama, sampai sekarang kan sunyi senyap saja. Harusnya ada pengumuman secara terbuka, supaya tidak lagi terjadi persoalan di kemudian hari. Artinya pemenang lelang tidak main tunjuk hidung saja, tapi memang betul-betul teruji pengelolanya nanti," tegas Ruslan kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (28/5/2021).

Anggota Fraksi PDI-P DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH
Anggota Fraksi PDI-P DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH (Istimewa)

Secara prinsip, sistem yang digagas Dishub dengan layanan pengelolaan perparkiran yang dikelola pihak ketiga melalui Pola Penerapan Keuangan-Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD), sangat didukung DPRD.

Namun dengan kondisi pandemi covid-19 sekarang, diminta supaya dilakukan analisa lagi soal PADnya.

"Pandemi covid-19 harus menjadi pertimbangan ketika masih ingin berlakukan sistem PPK-BLUD terhadap target PAD nya. Kami yakin ujungnya akan sama dengan kejadian sebelumnya, jangan sampai pihakketiga keberatan," tambahnya.

Anggota Komisi IV DPRD lainnya, Nurul Ikhsan juga menyinggung, soal target PAD yang tinggi, harus ada kajian ulang lagi.

"Karena belum terlaksananya sayembara parkir tepi jalan umum oleh Dishub Pekanbaru sampai saat ini, maka kita meminta Dishub melakukan evaluasi kembali terhadap potensi parkir serta target Rp11 Miliar yang ditetapkan oleh Dishub Pekanbaru sebelumnya," ungkap Nurul.

Hal ini disampaikan karena kondisi masih pandemi, adanya pembatasan aktivitas masyarakat serta bagi pelaku usaha saat ini.

"Boleh kita lihat sekarang ini, dimana beberapa pusat kuliner dan pusat perbelajaan di kota Pekanbaru sudah mulai sepi dan tutup akibat ada pembatasan jam malam. Artinya, disini perlu kajian lagi agar pihak perusahaan yang mengikuti sayembara parkir tepi jalan umum bisa mendapatkan profit dan tidak merasa merugi," sarannya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved