Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Anggota DPRD Pekanbaru Ini Duga Armada Pengangkutan Kurang, Makanya Sampah Menumpuk

Persoalan pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru, hingga kini masih dinilai belum berhasil.

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
tribunpekanbaru/fernando
FOTO ILUSTRASI - Sampah menumpuk. PT.Godang Tua Jaya dan PT. Samhana Indah diputuskan mengangkut sampah terhitung, Jumat (19/3/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Persoalan pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru, hingga kini masih dinilai belum berhasil.

Meski kini dikelola pihak ketiga, PT Samhana Indah dan PT Godang Tua Jaya, namun di beberapa titik masih terjadi penumpukan sampah yang luar biasa.

Anggota DPRD Pekanbaru Robin Eduar SH MH menilai, kondisi ini terjadi diduga karena memang armada pihak ketiga yang didengungkan selama ini cukup, ternyata tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Seharusnya, jika armada cukup, maka tumpukan sampah yang ada bisa diangkut.

"Saya pribadi menilai armadanya kurang. Tidak bisa mengcover semua wilayah sesuai kontrak kerja," kata Robin Eduar kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (31/5/2021).

Idealnya, masih pernyataan Robin, untuk mengcover wilayah kerja pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru (minus Tiga Kecamatan di wilayah Rumbai), harus lebih dari 80 unit armada.

Jika kurang dari 80 unit, maka pengangkutannya tidak bisa maksimal. Apalagi hanya 50 unit, maka tidak heran penumpukan sampah tersebut masih terjadi.

"Ini lah yang harus dievaluasi DLHK Pekanbaru, sebagai OPD teknis yang bertanggung jawab. Jangan hanya menerima laporan di atas kertas saja. Tapi cek faktanya ke lapangan," saran Politisi PDI-P ini lagi.

Robin meminta, DLHK Pekanbaru jangan terlalu lama membiarkan persoalan tumpukan sampah ini terjadi. Dua perusahaan yang sudah dikontrak, kinerjanya harus benar-benar diawasi.

Sebagai contoh, jika terjadi penumpukan di wilayah Kecamatan Payung Sekaki, Bina Widya, Tuah Madani dan lainnya, maka perusahaan yang bertanggung jawab di wilayah itu, segera ditegur.

"Sebenarnya kerja seperti ini, mudah mengontrolnya. Tinggal di mana wilayah yang terjadi penumpukan, panggil perusahaannya, suruh bertanggungjawab. Selama ini kan, persoalan seperti ini terkesan diabaikan. Makanya, jangan heran penumpukan masih terjadi," tegasnya.

Disinggung mengenai adanya dualisme pengangkutan di beberapa titik di Kota Pekanbaru, Robin menegaskan, bahwa DLHK Pekanbaru harus menyelesaikannya.

"Memang ada pengangkutan jalur mandiri dan pengangkutan dua perusahaan yang menang tender (PT Samhana Indah dan PT Godang Tua Jaya). Jangan berlarut-larut, selesaikan oleh DLHK. Jika perlu rekrut mereka sebagai sub-kontraktor," pintanya.

Untuk mencari solusi persoalan ini, tambah Robin, Komisi IV DPRD Pekanbaru tetap menjadwalkan memanggil hearing DLHK Pekanbaru.

"Kita akan rapat internal dulu, setelah itu kita pastikan harinya untuk hearing," janjinya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved