Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kepulauan Meranti, Defisit Anggaran Menjadi Catatan Penting

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito menyampaikan Rakor tersebut dilaksanakan untuk mengevaluasi dalam upaya Penanggulangan Covid19

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: didik ahmadi

Kansil mengaku kemarin malam baru memetakan bahwa ada biaya sebesar Rp 198 Miliar yang harus dipotong karena defisit anggaran.

"Jadi semuanya harus dipotong tidak hanya honorer dan tunjangan Pegawai yang dipotong termasuk biaya lain-lain," tutur Kamsol.

Pelaksanaan Refocusing dikatakan Kamsol terkendala karena harus melakukan anggaran perubahan terlebih dahulu, karena harus mengurangi belanja.

"Kecuali memang refocusing yang kita lakukan belanjanya itu pas. Setelah belanja kita pas barulah kita menggeser. Jadi usulannya masuk dulu kita prioritaskan dengan anggaran yang ada," jelasnya.

Dijelaskannya refocusing yang dilakukan saat ini fokus untuk pengendalian dan pencegahan karena masuk kategori rutin. Untuk proses penanganan dimasukkan pada anggaran Biaya Tak Terduga (BTT).

Walaupun demikian Kamsol juga menjelaskan bahwa anggara BTT yang tersedia saat ini juga mengalami defisit.

"BTT pun sekarang berkurang juga lebih kurang 50 persen. Semoga Bapedda nanti bisa mengalihkan memasukkan kegiatan brlanja-belanja rutin yang bisa menangani pengendalian dan pencegahan," ucapnya.

Dikatakan Sekda saat ini dana BTT yang baru digunakan mellaui Dinas Kesehatan berjumlah Rp 300 juta lebih.

"Itupun untuk makan, minum pasien yang diisolasi di BLK." Pungkasnya.

Kamsol mengatakan masih akan melakukan rapat kecil untuk membahas refocusing anggaran dalam penanggulangan Covid 19.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved