Breaking News:

Berita Riau

Mantan Wali Kota Dumai Zul AS Diduga Terima Gratifikasi Rp700 Juta Dari Perusahaan Subkon PGN

JPU KPK mengungkao fakta bahwa mantan Wali Kota Dumai, Zul As, terindikasi menerima gratifikasi Rp 700 Juta dari perusahaan sub kontrator PT PGN.

Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda
Suasana sidang lanjutan kasus dugaan korupsi mantan Wali Kota Dumai, Rabu (2/6/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengungkap fakta terkait adanya temuan indikasi dugaan gratifikasi yang diterima mantan Wali Kota Dumai, Zulkifli Adnan Singkah, atau Zul AS.

Dimana saat ini, Zul AS yang menyandang status terdakwa, sedang menjalani proses peradilan di Pengadilan Tipikor Pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Dia menjadi pesakitan dalam perkara dugaan korupsi suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai dalam APBNP tahun 2017 dan APBN tahun 2018, serta perkara dugaan penerimaan gratifikasi yang terkait dengan jabatannya sebagai Wali Kota.

Adapun gratifikasi yang dimaksud, berasal dari PT Artha Bahari, perusahaan yang mengerjakan proyek PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Dumai.

Baca juga: Sidang Dugaan TIpikor Wali Kota Dumai, Zul AS, DAK Disetujui Lebih Besar dari yang Diajukan

Baca juga: JPU KPK Laksanakan Penetapan Majelis Hakim, Terdakwa Zul AS Pindah Tahanan dari Jakarta Ke Pekanbaru

KPK Tetapkan WALIKOTA Dumai Zul AS TERSANGKA Korupsi, Wakil Walikota Masih BUNGKAM, Rumah Dinas Sepi
KPK Tetapkan WALIKOTA Dumai Zul AS TERSANGKA Korupsi, Wakil Walikota Masih BUNGKAM, Rumah Dinas Sepi (Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan)

"(PT Artha Bahari) subkon (subkontraktor, red)," kata JPU KPK, Rikhi Benindo Maghaz saat diwawancarai Tribun, Rabu (2/6/2021).

Uang itu disebutkan Rikhi, ditransfer ke rekening milik Muhammad Rafi, yang masih ada hubungan kekerabatan dengan Zul AS.

Dimana istri Rafi, adalah keponakan dari mantan Wali Kota Dumai 2 periode itu.

"Kita tanyakan kenapa ada masuk uang dari pemilik PT Artha Bahari ke saudara (M Rafi, red). Dia tidak tahu, dia tahunya dikonfirmasi Zul AS ada yang masuk Rp1,2 miliar," ungkap Rikhi.

"Parameternya Rp700 juta dari PT Artha Bahari. Itulah yang kami nilai gratifikasi PT Artha Bahari ke terdakwa," sambung dia.

Uang untuk Beli Tanah di daerah Arengka

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved