Breaking News:

Pelantikan Bupati Kuansing

Pelantikan Bupati Kuansing, Mardianto Ingatkan Andi Putra-Suhardiman Tak Tiru Pendahulunya Soal Ini

Tokoh asal Kuansing Mardianto Manan mengingatkan Andi Putra-Suhardiman Amby setelah acara pelantikan Bupati Kuansing dan Wabup.

Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgiono
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kuansing, Andi Putra-Suhardiman Amby, Rabu (2/6/2021). Tokoh asal Kuansing Mardianto Manan mengingatkan Andi Putra-Suhardiman Amby setelah acara pelantikan Bupati Kuansing dan Wabup, agar tidak meniru pendahulunya dalam suatu hal. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tokoh asal Kuansing Mardianto Manan mengingatkan Andi Putra-Suhardiman Amby setelah acara pelantikan Bupati Kuansing dan Wabup, agar tidak meniru pendahulunya dalam suatu hal.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau dari Kuantan Singingi tersebut meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik, Andi Putra dan Suhardiman Ambi tidak mementingkan pribadinya saat memimpin Kuansing nanti.

"Pertama saya ucapkan selamat atas telah dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Kuantan Singingi, tetap serasi dalam kunsi, akur dalam tafakur, damai tanpa bertikai, kompak takkan bacokak, taklah bercerai sebelum selesai, Amien," ujar Mardianto Manan.

Mardianto Manan disebut akan menjadi Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Riau dari PAN
Mardianto Manan (istimewa)

Warga Kuansing semua berharap banyak kepada (Bupati dan Wakil) agar menjadi Pemimpin yang betul betul merakyat, dan semua hanya demi rakyat, semua harus berkiblatkan rakyat, sebagai tempat mengadu rakyat.

Dalam istilah adat Kuantan Singingi dikatakan "sebagai pucuk jalo pumpunan ikan" atau "Bagaikan kayu Godang di tongah lapang, tompek urang balinduang ketiko kepanasan, dan tompek batoduah ketiko ujan lobek, tompek basandar ketiko litak taek".

Jikapun terjadi perseteruan, itupun seteru hanya karena membela kepentingan rakyat, bukan karena membela kepentingan pribadi Bupati dan Wakil Bupati ataupun Tim Suksesnya.

Sudahlah ribut - ribut hanya karena jabatan, berhentilah kita bertikai antara Bupati dan Wakil Bupati, hanya karena persolan bagi bagi "jatah" demi pribadi dan golongannya saja.

"Bukankah rakyat ingin diperhatikan juga, dah capek kami menonton para pimpinan kita ini, bertikai sedari awal pelantikannya pada masa masa nan lalu," ujar Mardianto.

Trend selama ini lanjut Mardianto, asal Bupati dan Wakil Bupati dilantik, tak sampai sebulan dua bulan, sudah dimulai genderang perang kepentingan masing masing, misalnya Bupati Sukarmis, selama 2 periode (2000-2010).

Kedua periodenya boleh dikatakan pecah kongsi dari awal jabatan sampai akhir, dengan para wakilnya, perpecahan itu terjadi pada kedua periodenya, baik ketika menjabat bersama dengan Mursini 2000-2005, maupun ketika menjabat ketika bersama dengan Zulkifli 2005-2010.

Halaman
12
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved