Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Pimpinan DPRD Pekanbaru Tak Sepakat Tutup Tempat Usaha Selama PPKM

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ir Nofrizal MM mengatakan, penutupan tempat usaha di masa pandemi Covid-19 sekarang, bukanlah sebuah solusi yang tepat.

Istimewa
Ir Nofrizal MM 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Surat Edaran (SE) Walikota Pekanbaru, tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) se-Pekanbaru, yang dimulai Senin (31/5/2021) hingga tanggal 13 Juni nanti, direspon oleh kalangan DPRD Pekanbaru.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ir Nofrizal MM mengatakan, bahwa penutupan tempat usaha di masa pandemi Covid-19 sekarang, bukanlah sebuah solusi yang tepat.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau ini, seluruh tempat usaha, tidak bisa dipukul rata.

Sebaliknya, jika pemerintah maupun tim Satgas Covid-19, menemukan tempat usaha, atau tempat rekreasi yang tidak memtuhi protokol kesehatan, di saat itulah baru tempat usaha bisa ditutup.

"Jadi begini, kalau ada tempat usaha hiburan, rekreasi atau apapun itu yang tidak menjalankan prokes, baru ditindak. Jadi harus melihat sisi lainnya," papar Nofrizal Rabu (2/6/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Lebih lanjut Nofrizal juga menyebutkan, untuk hotel yang ada di Pekanbaru, sejauh ini, Manajemen hotel terus menerapkan prokes. Apalagi ini menjadi bagian kebijakan dari PHRI.

"Makanya kita harapkan kepada Tim Satgas, untuk mengizinkan menggelar acara di hotel. Sebab, roda ekonomi harus tetap berjalan. Kalau masalah, Prokes, kami jamin akan selalu ditaati pihak hotel," tegasnya seraya mengatakan, jika tidak ada kebijakan yang arif, bisa dibayangkan berapa hotel yang tutup, dan berapa usaha kecil masyarakat yang kan tutup.

"SE itu harus beriringan lah, menjaga kesehatan sangat penting. Mengantisipasi penyebaran Covid-19, juga perlu. Tapi itu tadi, roda ekonomi harus jalan," sebut politisi senior PAN ini.

Sementara itu, Nofrizal juga mengingatkan, kepada pengusaha kafe maupun restoran, agar selalu mematuhi Prokes.

Item dalam SE tersebut, bahwa jumlah pengunjung yang boleh makan di tempat hanya sebanyak 50 persen, dari jumlah kapasitas yang ada. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved