Breaking News:

Video Berita

VIDEO: 2 Tahun Buron, Pelaku Jambret di Pekanbaru Ditangkap, Sempat Kabur Ke Medan

Tersangka IS yang duduk di boncengan, lantas merampas tas korban yang berisikan 2 unit handphone. Korban mengalami kerugian Rp20 juta.

Penulis: Rizky Armanda
Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Dua tahun buron, Lelaki berinisial IS alias Iwan (24), pelaku pencurian dengan kekerasan modus jambret di Kota Pekanbaru, ditangkap tim opsnal Unit Reskrim Polsek Senapelan.

IS tak berkutik saat disergap petugas, ketika sedang istirahat di sebuah rumah di Jalan Sidomulyo, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Senapelan, Selasa (25/5/2021) lalu.

Ia memang sudah lama menjadi target kepolisian. IS diketahui sudah hampir 2 tahun menjadi buronan.

Kapolsek Senapelan, Kompol Dany Andhika Karya Gita melalui Kanit Reskrim Iptu Noki Loviko menjelaskan, tersangka IS melakukan aksi jambret pada Agustus 2019 silam.

Korbannya seorang wanita. Saat itu korban tengah berkunjung ke rumah temannya di Jalan H Guru Sulaiman, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

Saat keluar dari mobil usai parkir, korban berjalan sambil membawa tas tangan yang dijepit di pangkal ketiaknya.

Namun tiba-tiba, tersangka IS dan seorang temannya berinisial RS alias Kunyuik (DPO) yang berboncengan dengan sepeda motor, datang mendekati korban.

Tersangka IS yang duduk di boncengan, lantas merampas tas korban yang berisikan 2 unit handphone. Korban mengalami kerugian Rp20 juta.

Setelah berhasil ditangkap, IS kepada polisi mengaku melarikan diri ke Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

"Selama pelariannya kurang lebih 2 tahun, tersangka melarikan diri ke Medan. Dia bekerja sebagai tukang cuci mobil, di tempat temannya," kata Iptu Noki Loviko, Rabu (2/6/2021).

Selain tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti sepeda motor yang di gunakan IS bersama rekannya sesama penjambret, yang kini masih dalam pengejaran petugas, dan sebuah tas.

Untuk barang hasil jambret berupa handphone, diakui tersangka sudah dijualnya ke situs jual beli online.

Tersangka IS mendapat pembagian sebesar Rp300 ribu. Uang itu digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu dan bermain warnet.

Dari hasil tes urine yang dilakukan polisi, IS juga positif mengonsumsi sabu.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved