Breaking News:

Jemaah Haji Batal Berangkat

Soal Jemaah Haji Batal Berangkat, Kemenag Riau Tunggu PMA, Darwison: Berat Kalau Dipaksakan

Soal jemaah haji batal berangkat, Kemenag Riau masih menunggu Peraturan Menteri Agama (PMA).

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
(AFP/HANDOUT/SPA)
Soal jemaah haji batal berangkat, Kemenag Riau masih menunggu Peraturan Menteri Agama (PMA). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Soal jemaah haji batal berangkat, Kemenag Riau masih menunggu Peraturan Menteri Agama (PMA).

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Riau, Darwison mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu PMA terkait pembatalan keberangkatan calon jemaah haji tahun ini.

Sebab sejauh ini keputusan masih di tingkat pemerintah pusat dan DPR RI belum diturunkan ke daerah dalam bentuk PMA.

"Kita masih menunggu PMA nya, setelah ada PMA pembatalan jemaah haji itu keluar baru bisa kita sosialisasikan ke calon jemaah haji yang ada di Riau," kata Darwison saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com terkait pembatalan keberangkatan jemaah haji di Indonesia tahun ini, Kamis (3/6/2021).

Setelah PMA terkait pembatalan keberangkatan calon jemaah haji Indonesia ini keluar, maka pihaknya akan langsung menemukan ke Kanwil Kemenag yang ada di masing-masing kabupaten kota.

Setelah itu baru disampaikan ke calon jemaah haji terkait dengan pembatalan keberangkatan calon jemaah haji tahun ini.

Darwsion berharap, kebijakan ini dapat dimaklumi oleh seluruh calon jemaah haji. Terutama yang akan berangkat tahun.

Meski pahit, namun kebijakan ini terpaksa diambil untuk keselamatan dan keamanan bersama, termasuk calon jemaah haji itu sendiri.

"Kalau arab Saudi tidak membuka, gimana kita mau masuk. Kemudian kalau pun tetap dilaksanakan, haji tahun ini cukup berat, tidak seperti biasanya lagi," ujarnya.

Mulai dari sisi waktu yang lebih singkat, lebih kurang 30 hari, termasuk karantina 15 hari, sehingga tersisa 15 hari.

Kemudian beribadah di masjidil haram juha dibatasi.

Begitu juga dengan di masjid nabawi, jika ditutup, maka ibadah hanya bisa dilakukan di hotel.

"Tidak ada shalat atau arbain di masjid nawabi, semua dilakukan di hotel selama tiga hari menjelang keberangkatan pulang," katanya.

Kemudian jemaah juga harus menjalani swab selama 4 kali. Mulai dari keberangkatan, setiba di arab Saudi, saat akan melakukan ibadah haji dan saat akan pulang.

Kalau seadanya negatif itu bisa melanjutkan ibadah haji, tapi kalau positif itu tidak boleh melaksanakan haji, boleh dibatalkan.

Tidak hanya itu, jika keberangkatan haji tetap dilaksanakan embarkasi yang digunakan juga dibatasi. Seperti embarkasi Batam tidak digunakan lagi.

Yang dibuka hanya di embarkasi polonia medan.

"Jadi melihat kondisi ini memang kalau dipaksakan juga itu cukup berat, ini lah nanti yang harus disampaikan kepada calon jemaah, dengan pertimbangan ini kami yakin calon jemaah haji kita bisa memahami kondisi ini," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved