Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakkan, Penghuni Panti Jompo Mengadu Ke Dinsos Riau

Sejumlah penghuni yang rata-rata berusia di atas 60 tahun sudah berusaha mengingatkan pengurus berbicara baik kepada orang tua.

Penulis: Dodi Vladimir | Editor: David Tobing

"Dipindahkan ke kamar bekas orang sakit, baunya belum hilang, terus bersihkan sendiri," ujar Nurmaya.

Ketika pindah, pengurus panti disebut tidak mau membantu. Akhirnya penghuni lansia terpaksa mengupah memakai uang yang diterima dari donatur.

"Kami tua-tua ini tidak sanggup lagi ngangkat barang, sudah capek dipindahin ke kamar lain, kami sudah tua," ungkap Nurmaya.

Di sisi lain, penghuni panti juga mengaku tidak menerima uang saku seperti biasa. Uang yang diberikan donatur ataupun pengunjung tidak pernah disebutkan besarannya berapa.

"Kan uangnya dalam amplop ketika diserahkan, kalau dulu dikasih tahu besarannya berapa, sekarang tidak lagi," katanya.

Penghuni juga menyebut adanya dugaan penjualan bantuan oleh pengurus. Akibatnya, bantuan seperti gula, teh, kopi dan mie jatah untuk penghuni tidak seperti biasanya lagi.

Jatah dari gudang biasanya diterima 10 hari sekali. Namun penghuni sudah tidak mendapatkan jatah susu lagi bagi lansia yang seharusnya mereka terima setiap bulan.

"Susu tak ada, kemudian mie itu, sedihlah kami ni," ucap Nurmaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Riau, Zul Efendi telah menerima laporan dari penghuni Panti Jompo tersebut, dan pihaknya akan melalukan penyelidikan perihal hal tersebut.

"Terkait bantuan sembako yang dijual oleh pengelola Panti Jompo akan kami selidiki terlebih dahulu. Kami juga akan menyelidiki terkait penghuni Panti Jompo yang sering mendapat intidimasi dan pengancaman dari pihak pengelola Panti Jompo," ujarnya.

(www.tribunpekanbaru.com / Doddy Vladimir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved