Breaking News:

Diprediksi Bakal Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19, Gubri Syamsuar Ingatkan Masyarakat Riau

Diprediksi 5 sampai 6 pekan ke depan akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia untuk itu Gubri Syamsuar mengingatkan masyarakat Riau.

Istimewa
Gubernur Riau Syamsuar dan istrinya Misnarni menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 tahap kedua Kamis (29/4/2021). Gubri Syamsuar mengingatkan masyarakat Riau tidak abai dalam menjalankan protokol kesehatan karena diprediksi 5 sampai 6 pekan ke depan akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Diprediksi 5 sampai 6 pekan ke depan akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia untuk itu Gubri Syamsuar mengingatkan masyarakat Riau tidak abai dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Kita tidak boleh sepele, karena menteri kesehatan sudah mengingatkan 5-7 minggu ke depan diperkirakan akan terjadi peningkatan kasus. Kita tidak tahu provinsi mana nanti akan terjadi peningkatan, sehingga perlu ikhtiar untuk mengendalikan Covid-19. Bukan hanya duduk manis dan menganggap biasa-biasa saja," kata Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar.

Ia mengatakan hal tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pembentukan tim Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di area publik atau tertentu se-Provinsi Riau di Mapolda Riau, Jumat (4/6/2021).

Gubri Syamsuar dalam arahannya menyampaikan bahwa dengan adanya pembentukan tim PPKM diarea tertentu yang digagas oleh Polda Riau dapat mengendalikan penularan Covid-19 di Provinsi Riau.

"Upaya kita saat ini yaitu untuk mengendalikan, sebab belum ada satu negara pun yang Covid-19 di negaranya hilang," kata Syamsuar.

Ia mencontohkan bahwa negara Malaysia dan Singapura sebagai negara yang begitu ketat dan disiplin terhadap protokol kesehatan juga masih terdapat penularan Covid-19 di dua negara tersebut.

Untuk itu, Gubri Syamsuar mengajak semua pihak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Waspada, 48 Kelurahan di Pekanbaru Masuk Zona Merah Covid-19

Masyarakat harus waspada karena Pekanbaru masih berada di zona merah Covid-19.

Mayoritas kelurahan saat ini berstatus zona merah.

Data dari Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru, ada 48 dari 83 kelurahan yang masuk zona merah Covid-19 pekan ini.

Jumlah kelurahan zona merah bertambah dari pekan lalu.

Ada penambahan dari 43 kelurahan menjadi 48 kelurahan yang zona merah.

Kondisi ini seiring peningkatan jumlah kasus Covid-19.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus tidak menampik Kota Pekanbaru masih berada di zona merah Covid-19.

Ia menyebut bahwa jumlah penambahan kasus masih tinggi.

Ada penambahan sebanyak 189 kasus hingga Rabu (2/6/2021). Jumlah ini masih tinggi walau turun dari sebelumnya.

"Kalau sebelumnya jumlah penambahan kasus bisa mencapai 200 lebih kasus dalam sehari, meski berkurang. Tapi jumlah penambahan kasus masih tinggi," ulasnya, Kamis (3/6/2021).

Firdaus mengajak masyarakat ikut serta dalam menekan kasus Covid-19. Ia menyebut bahwa semua pihak bisa bekerjasama dalam menekan jumlah kasus.

Caranya mengoptimalkan vaksinasi massal.

Apalagi banyak pihak yang ikut ambil bagian dalam percepatan pemberian vaksin.

"Ada banyal organisasi ikut berperan, ada paguyuban hingga asosiasi, bisa mengajak anggotanya ikut vaksinasi," jelasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono/Fernando Sikumbang) 

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved