Breaking News:

Video Berita

VIDEO: 3,5 Tahun Cagar Budaya Kawasan Pecinan Siak Terbakar, Seperti Apa Kabarnya Kini?

Mengulas kawasan ini hingga peristiwa terbakaranny pada suasana Imlek 2018 lalu, mengembalikan memori kolektif masyarakat Siak dan Riau pada umumnya.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.com, SIAK - Bangunan cagar budaya di kawasan pecinan Siak, kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak yang ludes terbakar pada 17 Februari 2018 lalu, masih belum tersentuh pembangunan hingga sekarang.

Selain deretan Ruko milik warga Tionghoa, satu di antara gedung cagar budaya yang terbakar adalah gedung SMP Siak, yang tersisa hanya gerbangnya.

Mengulas kawasan ini hingga peristiwa terbakaranny pada suasana Imlek 2018 lalu, mengembalikan memori kolektif masyarakat Siak dan Riau pada umumnya.

Sebab, selain Istana Siak, kawasan inilah yang identik dengan wajah masa lalu kota Siak Sri Indrapura.

Masyarakat umum berharap agar kawasan itu dibangun kembali, sehingga tidak menghilangkan pemandangan kota tua di kabupaten berjuluk negeri istana itu.

Pantauan Tribunpekanbaru.com, Jumat (4/6/2021), selain masih terlihat puing-puing sisa kebakarannya, kawasan sudah seperti lapangan.

Pada bagian pinggir sungai Siak, sudah ditumbuhi pohon-pohon liar dan semak belukar. Sementara di sisi ujung yang berbatasan dengan Taman Sri Bijuangsa, kawasan dimanfaatkan warga sebagai arena permainan anak.

Setelah peristiwa menyedihkan itu melahap bangunan-bangunan tua tersebut terjadi, Pemkab Siak melalui Dinas PU Tarukim Siak langsung menyiapkan desain pembangunan penggantinya.

Namun yang harus membangun adalah masing-masing pemilik, berdasarkan desain tersebut.

Kepala Dinas PU Tarukim Siak Irving Kahar menjelaskan, bangunan cagar budaya yang terbakar bisa dibangun kembali dengan arsitek yang sama.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved