Breaking News:

Miris, 5 Pasien Covid-19 Meninggal di Kuansing dalam Satu Hari

Pada Sabtu, ada lima pasien covid-19 meninggal di Kuansing. Angka ini mencatatkan penambahan angka kematian pasien covid-19 yang tinggi dalam sehari.

istimewa
Bupati Kuansing Andi Putra melakukan sidak ke RSUD Teluk Kuantan, Kamis (3/6/2021). Sedangkan pada Sabtu (5/6/2021), ada lima pasien Covid-19 meninggal di Kuansing. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Pada Sabtu (5/6/2021), ada lima pasien Covid-19 meninggal di Kuansing.

Jumlah ini membuat Kuansing mencatatkan penambahan angka kematian pasien Covid-19 yang tinggi dalam sehari. 

"Kabar duka terdapat penambahan 5 kasus konfirmasi Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kuansing, Agusmandar, Mingggu (6/6/2021).

Dari lima pasien tersebut, empat pasien tergolong lansia.

Mereka yakni Nyonya S, 66 tahun, warga Kecamatan Kuantan Tengah ; tuan E, 60 tahun, warga Kecamatan Kuantan Tengah ; nyonya A, 55 tahun, warga Kecamatan Singingi ; tuan P, 70 tahun, warga Kecamatan Singingi dan nyonya J, 79 tahun, warga Kecamatan Logas Tanah Darat.

Pada hari itu, juga terdapat 37 kasus baru. Kabar baiknya, ada 86 pasienyang dinyatakan sembuh.

Dengan penanbahan tersebut, total kasus Covid-19 di Kuansing sebanyak 2.417 kasus. Dari jumlah tersebut, 1.861 pasien dinyatakan sembuh dan 59 pasien meninggal dunia.

Kasus aktif sendiri sebanyak 497 kasus. Terditi dari 475 pasien isolasi mandiri dan 22 pasien dirawat di rumah sakit.

Ruang Isolasi Hampir Penuh, Kekurangan Oksigen

RSUD Teluk Kuantan, Kuansing mengaku kapasitas tempat tidur diruang isolasi Covid-19 hampir penuh. Disisi lain, pihak rumah sakit juga kekurangan oksigen.

"Kondisi sekarang kapasitas tempat tidur ruang isolasi memang hampir penuh," kata Dirut RSUD Teluk Kuantan, dr Irvan Husen pada Tribunpekanbaru.com, Kamis (4/6/2021).

Diakuinya, pihaknya juga mengisi satu kamar di ruang isolasi dengan dua atau tiga tempat tidur pasien.

"Dari segi ideal memang kurang ideal. Karena ruang tersebut bukan awalnya utk ruang isolasi," terangnya.

Namun ia memastikan untuk standar SOP perawatan ruang isolasi, sudah memenuhi standart minimal.

"Jadi jarak antara dua tempat tidur jaraknya kita buat 1 - 2 meter," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengatakan pihaknya juga kekurangan oksigen. Ini pun sudah diusulkan dalam Belanja Tak Terduga (BTT).

"Kalau oksigen kita memang ada kekurangan ketersiaan tabung. Tapi kita sudah usulkan di anggran BTT dan refokusing yang lagi berproses," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Palti Siahaan).

Berita Kuansing lainnya

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved