Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Pansus DPRD Pekanbaru Sudah Konsultasi ke Kementerian PUPR Bahas Ranperda Air Limbah

Pansus DPRD Pekanbaru, sudah melakukan konsultasi ke Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR di Jakarta.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Foto DPRD Pekanbaru for Tribun Pekanbaru.
Penanggung jawab Pansus Ranperda Instalasi Air Limbah Domestik, Pansus DPRD Pekanbaru Ir Nofrizal MM (empat dari kiri) menyerahkan draf Ranperda kepada perwakilan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR di Jakarta, Jumat (4/6/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Untuk menyingkronkan pembahasan Ranperda Instalasi Air Limbah Domestik, Pansus DPRD Pekanbaru, sudah melakukan konsultasi ke Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR di Jakarta.

Konsultasi langsung dipimpin penanggung jawab Pansus Ir Nofrizal MM, serta jajaran Ketua dan anggota Pansus Ranperda Instalasi Air Limbah Domestik.

"Kita konsultasi pertengahan pekan kemarin. Beberapa masukan sudah kita dapatkan dari Kementerian," kata Nofrizal kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (6/6/2021).

Dijelaskannya, sebenarnya, tujuan Pansus melakukan koordinasi adalah untuk menyingkronkan metode jaringan, pengerjaan serta pengelolaan sistem air limbah domestik ini.

Termasuk halnya dengan regulasi yang akan diterapkan nantinya.

Sehingga saat akan diserahkan ke pemerintah daerah, tidak menimbulkan pertanyaan lagi.

Sebab, oleh pemerintah selaku pengelola nantinya, akan membentuk UPTD.

Di Kota Pekanbaru saat ini, sedang dikerjakan instalasi air limbah atau IPAL.

Tiga kecamatan yakni Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru Kota dan Kecamatan Lima Puluh, yang merupakan daerah penggalian IPAL ini.

"Pengerjaan IPAL di Pekanbaru ini, merupakan proyek nasional. Sampai sekarang pengerjaannya masih berproses. Makanya, rencananya kami akan undang kontraktor pelaksananya, termasuk kontraktor yang akan mengerjakan di wilayah Kecamatan Lima Puluh, sebagai aliran terakhir pembuangan," janjinya.

Nofrizal yang juga Wakil Ketua DPRD Pekanbaru ini menambahkan, pemanggilan para kontraktor pelaksana ini, dengan tujuan ingin berkonsultasi saja.

Sebab, pada Ranperda yang dibahas DPRD Pekanbaru saat ini, ada regulasi dan retribusi.

Apalagi limbah domestik ini hanya untuk rumah tangga bukan untuk perusahaan.

"Termasuk nanti kita ingin tahu, bahwa limbah ini nanti mau sulap jadi apa. Karena nggak mungkin dialihkan ke Sungai Siak. Kan bisa tercemar Sungai Siak," sebut Politisi senior PAN ini lagi.

Pemko Pekanbaru melalui Dinas PUPR selaku leading sektornya pengelolaan IPAL ini nanti, akan ada kajian lebih dalam. Karena akan menggunakan anggaran dari APBD nantinya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi). 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved