Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Hakim Tipikor Pekanbaru Vonis Pemilik Perusahaan 1 Tahun 6 Bulan Terkait Kasus Alat Peraga

Hakim menilai Endi Erlian terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan dua terdakwa lainnya

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: didik ahmadi

Nah, oleh hakim, penggantian kerugian negara dibebankan kepada dua terdakwa saja. Selain Endi Erlian juga ke Aries Susanto.

Erdi Erlian sendiri menerima aliran dana dari Aries Susanto sebesar Rp 60 juta. Pemberian sejumlah uang tersebut dilakukan Aries Susanto sebagai fee atas penggunaan perusahaan.

Selain itu, ada uang sebesar Rp 4 juta yang berada di rekening atas nama perusahaan.

Aries Suanto sendiri dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 796 juta.

Hakim pun membebaskannya Endi Erlian dalam dakwaan primair karena tidak terbukti. Namun Endi dijerat dalam dakwaan subsidair.

Hakim menilai Endi Erlian terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan dua terdakwa lainnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Kuansing sebelumnya menuntut Endi Erlian 2 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan. Ia juga dituntut uang pengganti sebesar Rp 60 juta.

Pola korupsi dalam kasus ini yakni penggelembungan/mark up harga barang. Akibatnya, timbulnya kerugian keuangan negara.

Penggelembungan/mark up harga barang dilakukan dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). JPU juga dalam dakwaannya membeberkan harga barang yang ditetapkan PT. Grand Sains - pihak distributor.

Harga dari distributor yakni yakni PT Grand Sains - total alat 1 paket Rp 204.546.000 ditambah PPN 10 % sebesar Rp 20.454.600 sehingga harga satu paket sebesar Rp 225.000.000.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved