Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Pengelolaan Air Limbah di Pekanbaru Akan Dibuat Perda-nya, Ini Kata Pansus DPRD Pekanbaru

Kota Pekanbaru kini menjadi salah satu kota, yang menjadi pilot project, pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD).

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
b4networks.com
Ilustrasi 

Kondisi saat ini, masih kata Nurul, safety tank masyarakat itu tidak ada filter dan langsung larut dengan tanah dan air tanah. Rembesan air tank ini kemana-mana.

"Harapan kita dari SPALD ini nanti berdampak baik pada kesehatan dan lingkungan hidup dari pencemaran air limbah hingga saat ini," sebutnya.

Karena pekerjaannya sudah dilaksanakan di Pekanbaru bahkan sudah dua tahun berjalan, perlu dibuatkan Perda agar SPALD ini dapat menjadi PAD, dari retribusi yang akan dipungut nanti.

Nantinya diharapkan, dapat dikelola dengan baik oleh Pemko.

"Harapan kami dikelola Pemerintah langsung, ini untuk kepentingan hajat hidup orang banyak. Ke depan kami minta tetap mendapat bantuan anggaran dari pusat, dan tidak membebaskan keuangan daerah. Jangan dibebankan ke daerah untuk operasional nya. Ini harus di lobi," paparnya.

Pansus juga minta, supaya akhir tahun ini, SPALD ini sudah selesai dan jalan.

"Jangan molor lagi, meski kita tahu dampak dari corona yang sampai saat ini masih bertahan. Proyek ini ada hubungan dengan PUPR Pemprov Riau," katanya.
.
Nurul juga minta terhadap pekerjaan yang saat ini sedang progres, diharapkannya kementerian melakukan evaluasi secara berkala.

Lalu menegur dan mendesak supaya kontraktor pembangunan SPALD ini.

"Karena banyak keluhan masyarakat. Jadi harus ada pressure dari kementerian ke kontraktor nya, seperti Wika, HK, PP dan Adhi Karya. Jangan nanti, jalan bagus setelah pekerjaan selesai jadi rusak dan tidak layak tanpa ada tanggungjawab. Ini sudah kami sampaikan ke kementerian, " sebutnya lagi. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved