Breaking News:

DJP Riau Sita Aset Penunggak Pajak Senilai Rp 4,4 M, dari Rekening, Kendaraan Hingga Tanah Kosong

Kanwil DJP Riau melalui 5 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) telah selesai melakukan tindakan penyitaan terhadap aset Wajib Pajak

Istimewa
Kanwil DJP Riau melalui 5 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) telah selesai melakukan tindakan penyitaan terhadap aset Wajib Pajak/Penanggung Pajak baik berupa barang maupun rekening dengan perkiraan nilai 4,4 miliar rupiah melalui kegiatan Sita Serentak Periode Pertama Tahun 2021 di wilayah kerja masing-masing KPP. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kanwil DJP Riau melalui 5 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) telah selesai melakukan tindakan penyitaan terhadap aset Wajib Pajak/Penanggung Pajak baik berupa barang maupun rekening dengan perkiraan nilai 4,4 miliar rupiah melalui kegiatan Sita Serentak Periode Pertama Tahun 2021 di wilayah kerja masing-masing KPP.

Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen dan Penyidikan Kantor Wilayah DJP Riau Rizal Fahmi mengatakan, penyitaan dilakukan terhadap Wajib Pajak yang masih memiliki tunggakan pajak yang sebelumnya telah dilakukan tindakan persuasif seusai dengan prosedur tindakan penagihan aktif sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No.19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000.

KPP yang mengikuti kegiatan Sita Serentak pertama tahun 2021 adalah KPP Pratama Dumai, KPP Pratama Rengat, KPP Madya Pekanbaru, KPP Pratama Bengkalis dan KPP Pratama Pangkalan Kerinci.

Aset Wajib Pajak/Penanggung Pajak yang berhasil disita antara lain adalah sebagai berikut KPP Pratama Dumai menyita REKENING, KPP Pratama Rengat sita TRUCK MITSUBISHI COLT DIESEL FE 74 S, TRUCK HINO WU342R, TRUCK BARANG HINO, TRUCK BARANG HINO, TRUCK BARANG HINO, TRUCK LOGGING MITSUBISHI TADANU FUSO dan TRUCK MIXER SHANTUI.

Selanjutnya KPP Madya Pekanbaru sita REKENING, KPP Pratama Bengkalis sita MOBIL PICK UP DOUBLE CABIN MERK MAZDA TAHUN 2012 dan KPP Pratama Pangkalan Kerinci sita TANAH KOSONG

Atas aset sitaan tersebut, apabila Wajib Pajak tidak melunasi utang pajaknya sampai dengan batas waktu sesuai ketentuan, kegiatan penyitaan aset dapat dilanjutkan dengan penjualan barang sitaan (lelang) atau pemindahbukuan rekening ke kas negara.

"Kegiatan sita dilakukan oleh petugas pajak di lokasi aset sitaan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan selama pelaksanaan tugas guna mencegah penularan virus Covid-19," ujar Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen dan Penyidikan Kantor Wilayah DJP Riau Rizal Fahmi kepada Tribun, Rabu (9/6).

Untuk itu Kanwil DJP Riau tambahnya, memberikan apresiasi tinggi bagi Wajib Pajak yang telah patuh memenuhi kewajiban perpajakannya dan akan bertindak adil dan tegas bagi para penunggak pajak di lingkungan Kanwil DJP Riau.

"Kita berharap kedepannya, hal ini dapat dijadikan pembelajaran bagi Wajib Pajak sehingga semakin sadar dan patuh untuk memenuhi kewajibannya demi tercapainya penerimaan negara yang berguna bagi pembangunan nasional," ucapnya. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

Berita Riau lainnya

Penulis: Rino Syahril
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved