Breaking News:

Jalan Rusak di Riau Makin Parah, Penertiban Kendaraan ODOL Dianggap Belum Serius

Persoalan kendaraan Over Dimension Over Loading atau kendaraan ODOL yang masih beroperasi masih menjadi ancaman, karena banyak jalan rusak di Riau.

Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
FOTO ILUSTRASI - Truk masuk kota. Persoalan kendaraan Over Dimension Over Loading atau kendaraan ODOL yang masih beroperasi masih menjadi ancaman, karena banyak jalan rusak di Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Persoalan kendaraan Over Dimension Over Loading atau kendaraan ODOL yang masih beroperasi masih menjadi ancaman, karena banyak jalan rusak di Riau.

Pasalnya sampai saat ini pihak terkait belum melakukan action dalam hal menertibkan.

Untuk itu Ketua Komisi IV DPRD Riau, Parisman Ihwan meminta agar ada aksi nyata.

Hal tersebut disampaikan Politisi Golkar ini usai mengundang Forum Penyelamat Aset Negara (FPAN) Air Molek, Balai Perhubungan Transportasi Darat (BPTD), Dinas Perhubungan, dan Dinas PUPR, Rabu (9/6/2021).

"Kita minta harus ada action, supaya ODOL ini tidak merusak jalan kita lagi, di Air Molek itu kita sudah minta supaya truk bertonase besar jangan lagi melintas di Jalan Jenderal Sudirman, mereka harus memutar," kata pria yang biasa disapa Iwan Fatah ini.

Sebab, ujar Iwan, jalan Jenderal Sudirman merupakan jalan yang dipadati oleh masyarakat, sehingga tak jarang keberadaan truk betonase besar menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

Lebih jauh, dijelaskan Iwan, pihak terkait beralasan bahwa mereka kekurangan sarana dan prasarana dalam melakukan penertiban ODOL ini.

Ini tentunya menjadi perhatian dari Komisi IV DPRD Riau yang membidangi persoalan perhubungan.

"Jembatan timbang itu harus dilengkapi sarana dan prasarananya, baik tempat penyimpanan barang berlebih, alat-alat untuk mengurangi tonase dan termasuk juga tempat parkir kendaraan bertonase berat,"ujarnya.

Diakui Iwan, jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Balai Perhubungan masih sangat kurang dalam hal penindakan, padahal mestinya ada orang-orang yang harus mengawasi ini selama 24 jam.

Halaman
12
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved