Breaking News:

Kilas Balik Sejarah Golkar, Dicetuskan Sukarno Dibangun Soeharto

Dalam rangka memperingati 100 tahun kelahiran Soeharto, Karavan Cendekia mengadakan Bincang Virtual

Istimewa
Memperingati 100 tahun kelahiran Soeharto, Karavan Cendekia mengadakan Bincang Virtual bertajuk "Evolusi Golkar dan Seabad Soeharto. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dalam rangka memperingati 100 tahun kelahiran Soeharto, Karavan Cendekia mengadakan Bincang Virtual bertajuk "Evolusi Golkar dan Seabad Soeharto". Dengan mengundang sejarawan sekaligus penulis buku GOLKAR: Sejarah Yang Hilang, Akar Pemikiran & Dinamika, David Reeve sebagai pembicara.

Acara ini mendapat apresiasi dari Ketua DPD Golkar Jawa Timur M Sarmuji. Menurutnya Komunitas Karavan berani berbeda dengan mengangkat topik terkait Soeharto, tokoh bangsa yang juga lahir di bulan Juni.

"Terima kasih kepada Komunitas Karavan yang telah menentang arus zaman dan berani mengadakan diskusi tentang Soeharto di saat Bulan Juni masyarakat sangat identik dengan peringatan bulan Bung Karno," ujar Sarmuji dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).

Anggota DPR RI ini menilai Soeharto adalah sosok yang telah menghiasi wajah perpolitikan Indonesia lebih dari setengah abad.

Terlepas dari segala kelebihan dan kekurangan dalam memimpin Orde Baru selama 32 tahun.

"Membicarakan Indonesia tanpa membicarakan Soeharto terasa tidak lengkap. Apalagi beliau telah menjadi pemimpin selama 32 tahun. Tentu ini tidak mengurangi penghormatan kita kepada Sukarno karena tanpa sadar kita sering terjebak dalam dikotomi rendahan seperti kalau menghormati Soeharto seolah tidak menghargai Sukarno. Sebaliknya kalau meninggikan Sukarno seolah meninggalkan Soeharto," katanya

Dia juga meminta masyarakat tidak membandingkan Sukarno dengan Soeharto secara diametral. Sebab, keduanya merupakan tokoh besar yang turut mengisi kemerdekaan Indonesia.

Lebih lanjut Sarmuji menjelaskan Golkar atau Golongan Karya dicita-citakan oleh Sukarno yang menginginkan kehadiran kekuatan fungsional di tengah situasi demokrasi yang saat itu mengarah ke ultra demokrasi.

Kepentingan partai terlihat menonjol dibandingkan usaha untuk mencapai cita-cita bersama. Kemudian, mimpi ini 'dibidani' kelahirannya oleh Soeharto.

"Semangat seperti itulah yang menjadi dasar mengapa Golkar hari ini yang meskipun sudah menjelma menjadi partai politik tetap menonjolkan karya-kekaryaan dibandingkan manuver politik yang ideologis. Karena semangatnya adalah semangat kontributif maka Golkar akan tetap dibutuhkan meskipun rezim berganti-ganti," tandasnya

Halaman
12
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved