Breaking News:

Pasca Penarikan, RS di Pekanbaru Sudah Bisa Ambil Kembali Vaksin Covid-19 di IFK

Pengelola fasilitas kesehatan dan RS di Pekanbaru sudah bisa mengambil dosis vaksin Covid-19 yang sempat ditarik, Kamis

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com
FOTO ILUSTRASI - Vaksin massal. Pengelola fasilitas kesehatan dan RS di Pekanbaru sudah bisa mengambil dosis vaksin Covid-19 yang sempat ditarik, Kamis (10/6/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengelola fasilitas kesehatan dan RS di Pekanbaru sudah bisa mengambil dosis vaksin Covid-19 yang sempat ditarik, Kamis (10/6/2021).

Mereka bisa menjemputnya di Instalasi Farmasi Kesehatan (IFK) Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.

Total jumlah vaksin yang ditarik dari seluruh rumah sakit di Kota Pekanbaru mencapai 664 vial. Proses penarikan vaksin ini berlangsung pada Selasa (8/6/2021) kemarin.

"Jadi fasilitas kesehatan di rumah sakit sudah bisa melakukan vaksinasi secara reguler," jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Arnaldo Eka Putra kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (10/6/2021).

Pihaknya sudah membahas permasalahan data dosis vaksin dengan seluruh rumah sakit dan layanan kesehatan selama dua hari ini.

Mereka sudah melakukan penyesuaian data penerima dan jumlah persediaan dosis vaksin bersama tim data dari 28 rumah sakit.

Arnaldo menyebut bahwa satu permasalahan dalam proses vaksinasi du rumah sakit yakni data P-Care tidak sesuai dengan Sistem Monitoring Imunisasi Logistik secara Elektronik (SMILE). Ia menyebut rumah sakit sebenarnya sudah punya data tersebut.

"Namun data vaksinasi tidak mereka input ke P-care, sehingga berdampak pada data persediaan vaksin. Pusat mengira pasokan vaksin kita masih banyak, padahal sudah terpakai," ulasnya.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melakukan penarikan terhadap seluruh dosis vaksin covid-19 di rumah sakit. Adanya penarikan vaksin ini dalam rangka evaluasi pelaksanaan  vaksinasi.

Penarikan dosis vaksin dilakukan karena terdapat data yang tidak cocok. Pihaknya menemukan data vaksin di rumah sakit yang tidak sesuai dengan jumlah persediaan dosis vaksin.

Data jumlah vaksin seharusnya terdapat dalam Sistem Monitoring Imunisasi Logistik secara Elektronik (SMILE). Ia menyebut bahwa yang jadi persoalan vaksin disuntikan tapi tidak cocok dengan data P-care.

Pihak rumah sakit mestinya memasukkan data warga yang sudah suntik vaksin dalam data P-Care. Data ini masuk dalam sistem komputer.

(Tribunpekanbaru com/Fernando Sikumbang) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved