Breaking News:

3 Gadis ABG Ditangkap Satpol PP, Jajakan Diri untuk Pemuas Nafsu, Tarif Rp 300 Ribu untuk 10 Menit

Sebanyak 3 Gadis ABG berhasil ditangkap Satpol PP Tangerang, ternyata mereka sedang jajakan diri untuk pemuas nafsu, tarif mereka hanya Rp 300 ribu

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
instagram.com
3 Gadis ABG Ditangkap Satpol PP, Jajakan Diri untuk Pemuas Nafsu, Tarif Rp 300 Ribu untuk 10 Menit. Foto: Ilustrasi 

Dirinya menyebut hasil yang didapat dari menjajakan diri hampir seluruhnya dikirimkan untuk kebutuhan sehari-hari di rumahnya.

“Cuma ambil buat jajan sama makan saja."

"Sisanya dikirim semua,” aku NV yang juga mengaku telah menyelesaikan sekolahnya di tahun ini.

NV mengaku awalnya terjun ke dunia Prostitusi Online lantaran terjebak dalam pergaulan bebas. 

“Mau kerja apa bingung, pas teman ngajak kerja beginian, sudah gitu hasil yang didapat juga besar, ya sudah mau," bebernya.

Berikut pengakuan Gadis 18 Tahun :

Berbeda dengan Gadis 18 Tahun berinisial CA, ia tidak dapat menyembunyikan ketakutannya saat petugas Satpol PP Kota Tangerang memintanya menghubungi orangtuanya.

Orangtua Gadis 18 Tahun itu diminta menjemput, lantaran putrinya tertangkap basah tengah melayani pria hidung belang di salah satu hotel berbintang di wilayah Tangerang pada Kamis (10/6/2021) malam.

Gadis 18 Tahun itu sebelumnya menunjukan sikap yang kurang kooperatif, dengan bermacam-macam alasan, kepada petugas yang mengamankannya.

Seketika dia berubah drastis mengakui segala perbuatannya, dan merengek agar petugas tidak menghubungi orangtuanya.

Kepada petugas, CA mengaku terpaksa menjajakan dirinya via aplikasi pesan singkat, lantaran terdesak kebutuhan.

Terlebih pasca-dinyatakan lulus dari salah satu SMA swasta di Kota Tangerang pada tahun ini, dirinya belum juga mendapatkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhannya.

“Saya gimana mau cari kerja, Ijazah saja belum ada, kan baru lulus tahun ini."

"Tolong pak jangan telepon ibu saya, dia bakalan marah kalau tahu saya kerja kayak gini,” ujar CA merengek kepada aparat.

Pengakuan Janda Muda Berumur 20 Tahun Terjun ke Prostitusi Online :

Sementara, seorang Janda Muda berusia 20 tahun berinisial BN, turut menceritakan mengapa dirinya lebih memilih untuk terjun ke dunia Prostitusi Online di Kota Tangerang.

Diketahui, BN juga diamankan Satpol PP Kota Tangerang saat menunggu pelanggan yang ingin menikmati jasa esek-esek bertarifnya.

Diduga kuat, aplikasi MiChat menjadi alat komunikasi BN ke sejumlah pelanggan pria hidung belang.

BN mengaku pertama kali dirinya memutuskan untuk terlibat dalam bisnis Prostitusi Online .

Sebab menurutnya dirinya ingin mencari jalan pintas untuk memenuhi kebutuhannya.

Belum lagi BN juga menghidupi putrinya yang baru berusia 4 tahun.

"Tadinya cuma nemenin pacar yang kerja nyewain kamar. Tapi lama-lama saya lihat yang nyewa kamar kaya-kaya cuma kerja begitu"

"handphone bagus-bagus ya sudah saya mau kerja begituan," ujar BN, Jumat (2/4/2021).

Pertama kali memutuskan menjadi PSK, dia mengaku menemui banyak kendala.

Lantaran saat itu satu-satunya gadget yang dimilikinya tidaklah mumpuni untuk mengunduh aplikasi tersebut.

Saat itu dirinya tak mengenal satu pun orang-orang seprofesi dengannya yang disinyalir terogranisir melalui grup disalah satu aplikasi pesan singkat di wilayah itu.

"Waktu itu pertama dapat tamu, saya sempat bingung sih. Nah saya mau ngadu ke siapa, tapi sekarang ada semacam grup WA"

"jadi bisa tukaran info sama yang lain. Termasuk info razia," ucap wanita berusia 20 tahun ini.

Sementara Ghufron Falfeli, Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, membenarkan diamankannya dua orang terduga PSK tersebut, yakni BN dan MW.

Ia menjelaskan keduanya diamankan setelah sebelumnya dijebak oleh pihak pengelola apartemen yang berpura-pura hendak menggunakan jasa keduanya.

"Jadi berdasarkan pendalaman yang dilakukan oleh teman-teman dari keamanan setempat dan bukti bukti yang berhasil diamankan mereka diduga kuat jajakan diri melalui aplikasi MiChat," beber Ghufron kepada Warta Kota.

Atas dasar tersebut pihaknya melakukan penyegelan terhadap dua unit kamar apartemen.

Untuk selanjutnya dilakukan pemanggilan terhadap pemilik unit.

"Kami terus melakukan pendalaman, sehingga kedepan unit kamar tersebut tidak lagi dijadikan tempat transaksi protistusi," tegasnya.

Ia juga berharap peran serta dari seluruh masyarakat dan pengelola agar dapat lebih berperan aktif dalam berantas Prostitusi Online yang saat ini jadi pilihan para PSK yang beberapa di antaranya masih di bawah umur.

"Kami harap dukungan dan peran serta masyarakat maupun pengelola apartemen yang ada di Kota Tangerang untuk memberikan informasi jika di sekitar ditemukan indikasi pelanggaran peraturan daerah," papar Ghufron.

Dikirim ke Dinas Sosial

Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang Iwan menjelaskan, operasi ini merupakan kegiatan penegakan Perda tentang larangan prostitusi di daerah bermoto Akhlakul Karimah ini.

“Atensi dari pimpinan yakni Kasatpol PP, pada malam hari ini kami amankan dua orang terduga pelaku open BO."

"Yang diduga menyewa kamar untuk digunakan sebagai sarana prostitusi,” tutur Iwan, Jumat (11/6/2021).

Setelah diperiksa intensif dan beberapa barang bukti diamankan, kedua terduga pelaku prostitusi daring tersebut selanjutnya dikirim ke Dinas Sosial Kota Tangerang untuk dibina.

Untuk Hotel yang disinyalir digunakan sebagai sarana prostItusi, pihaknya akan melakukan penyegelan terhadap unit kamar tersebut.

“Kami telah segel, ada dua kamar yang terbukti digunakan sebagai sarana prostutusi,” paparnya.

Berita terkait Prostitusi Online lainnya

Baca juga berita berjudul " 3 Gadis ABG Ditangkap Satpol PP, Jajakan Diri untuk Pemuas Nafsu, Tarif Rp 300 Ribu untuk 10 Menit " Tribunpekanbaru.com di Babe dan Google News.

Sebagian artikel berjudul " 3 Gadis ABG Ditangkap Satpol PP, Jajakan Diri untuk Pemuas Nafsu, Tarif Rp 300 Ribu untuk 10 Menit " ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Perjuangan Gadis 17 Tahun Terjebak Prostitusi Online Demi Hidupi Sang Ibu di Tengah Pandemi Covid-19. ( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved