Breaking News:

Jam Malam di Kuansing, Petugas Datang, Kerumuman Warga pun Bubar

Raungan mobil menderu memasuki pasar lumpur di Teluk Kuantan, saat pemberlakuan jam malam di Kuantan Singingi, Kamis

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Palti Siahaan
Petugas Satgas Covid-19 Kuansing mendata warga yang tidak meneraokan prokes di Pasar Lumpur, Teluk Kuantan, Kamis malam (10/6/2021). 

Bagi yang tidak prokes, petugas mendata. Nantinya akan kita berikan sanksi.

"Untuk sementara kita data dulu dan ditegur. Nanti akan ada sanksi," ujarnya.

Aksi petugas ternyata efektif membubarkan masyarakat. Sebab warga langsung meninggalkan pasar lumpur.

Bukan hanya di Pasar Lumpur tersebut.

Ruas jalan di kota Jalur - julukan Teluk Kuantan juga kena. Sejumlah cafe juga tak luput dari razia petugas.

Jevrian Apriadi menegaskan, terhitung sejak 7 Juni lalu, jam malam sudah diterapkan di Kuansing. Jam malam dilakukan untuk menekan angka penyebaran covid-19.

Kuansing memang salah satu kabupaten di Riau yang sebulan terakhir ini mengalami lonjakan kasus baru covid-19.

Melihat lonjakan kasus tersebut, Bupati Kuansing Andi Putra mengekuarkan surat edaran bernomor : 800 / SE / 2021 / 621. Surat ini mengatur tentang jam malam.

Dalam surat edaran tersebut, untuk wilayah yang masuk zona merah, aktifitas malam dibatasi mulai pukul 21.00 wib sampai pukul 04.00 wib.

"Terhitung tanggal 7 Juni 2021 sampai batas waktu yang ditentukan kemudian berdasarkan kondisi Covid-19 di wilayah tersebut, dengan masa uji coba selama empat," bunyi dalam surat edaran tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved