Breaking News:

Perkara Rokok Ilegal di Siak Hulu Diserahkan ke Kejari Kampar

Kejaksaan Negeri Kabupaten Kampar menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti tindak pidana cukai perkara rokok ilegal, Jumat

Istimewa
Kejaksaan Negeri Kabupaten Kampar menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti tindak pidana cukai perkara rokok ilegal, Jumat (11/6/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Kejaksaan Negeri Kabupaten Kampar menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti tindak pidana cukai perkara rokok ilegal, Jumat (11/6/2021).

Penyerahan ini dilakukan penyidik Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), Kementrian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kantor wilayah Riau.

Dalam perkara itu pihak Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) didampingi oleh tim Pidsus dari Kejati Riau menyerahkan satu orang tersangka yang diduga telah melanggar Undang-Undang tindak pidana di bidang cukai.

"Iya hari ini kita telah menerima tahap II dari perkara yang ditangani Kementrian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kantor wilayah Riau. Dalam perkara itu turut diserahkan juga satu orang tersangka berinial AD,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Arief Budiman melalui Kasi Pidsus, Amri Rahmanto Sayekti.

Amri menjelaskan pada perkara ini penangkapan AD dilakukan di jalan Kopar Raya Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau pada 14 April 2021 lalu.

Dirinya menambahkan AD ditangkap saat tengah membawa sejumlah rokok dengan berbagai merek yang tidak dilengkapi dengan pita cukai serta pita cukai yang sudah dipalsukan.

Dalam proses pemeriksaannya AD tak bisa mengelak lantaran tim penindakan dari PPNS menemukan barang bukti di dalam kendaraan yang ia kendarai.

"Dalam proses penyelidikan, penyidik sempat melakukan pengembangan terhadap barang bukti tersebut, diketahui nama Al terlibat dalam perkara itu namun statusnya masih DPO," jelasnya.

Amri menuturkan, menelaah berkas perkara, AD diduga disangkakan dengan pasal 54 atau melanggar pasal 56 undang-undang Republik Indonesia no 39 Tahun 2007 tetang perubahan atas undang-undang no 11 Tahun 1995 tentang Cukai Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman pidan maksimal 4 Tahun penjara.

“Saat ini tersangka kita titipkan di rutan Polres Kampar sembari menunggu jadwal persidangan. Untuk barang bukti sudah kita amankan termasuk satu unit Agya berwarna hitam,” imbuhnya.

Amri menuturkan bahwa saat ini pihaknya akan segera melimpahkan perkara itu ke Pengadilan Negeri Bangkinang untuk segera diproses sesegera mungkin. (Tribunpekanbaru.com/Ikhwanul Rubby)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved