Breaking News:

Tersangka Pemalsuan Surat Bebas Covid-19 di Bandara Pekanbaru Bekerja Sendiri, Ini Penjelasan Polisi

Tersangka yang merupakan calo tiket di bandara ini, sudah mencetak 1.252 surat, dan telah beroperasi selama 3 bulan

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Sesri
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Surat Bebas Covid-19 Palsu di Pekanbaru Dicetak Tanpa Tes Medis, Pemesan Masih Misteri, Ini Tarifnya 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Proses penyidikan kasus pemalsuan surat bebas covid-19 di bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, hingga kini masih berjalan.

Dalam kasus ini, polisi berhasil menangkap dan mengamankan 1 orang tersangka, pria berinisial N. Ia juga sudah ditahan.

Pihak kepolisian lantas melakukan pengembangan dan pendalaman lebih lanjut.

Salah satunya tentang siapa saja pemesannya, termasuk pihak-pihak lain yang disinyalir ikut terlibat dalam kejahatan ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan menjelaskan, dari penelusuran pihaknya, beberapa diantaranya sudah diketahui siapa pemesan surat bebas covid-19 palsu ini kepada tersangka.

"Untuk surat antigen palsu yang pesan (ke tersangka) masyarakat umum," jelas Teddy, saat dikonfirmasi, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Video: Langgar Prokes, Pasangan Muda di Bengkalis Jalani Rapid Antigen dan Nyanyikan Lagu

Baca juga: Razia Prokes Terus Digelar di Pekanbaru, Puluhan Pengunjung Pujasera Harus Jalani Rapid Antigen

Inilah tampang pelaku pembuatan surat bebas Covid-19 palsu di bandara Pekanbaru.
Inilah tampang pelaku pembuatan surat bebas Covid-19 palsu di bandara Pekanbaru. (Polresta Pekanbaru)

Menurutnya, para pemesan ini rata-rata sudah dalam kondisi terdesak untuk segera berangkat dengan pesawat terbang.

Disinggung soal indikasi keterlibatan pihak lain, Teddy menyatakan sampai saat ini tak ada mengarah ke sana.

"Tidak ada keterlibatan pihak lain. Semua dilakukan sendiri oleh tersangka," bebernya.

Ternyata terungkap pula, perbuatan melawan hukum berupa pemalsuan surat tes antigen yang dilakukan tersangka, suratnya dicetak tanpa ada pemeriksaan medis sama sekali.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved