Breaking News:

Usai Bunuh Satu Keluarga Muslim, Warga Kanada Ini Tertawa Puas Dengan Baju Berlogo Swastika

Polisi menuduh serangan itu adalah tindakan terencana yang menargetkan umat Islam.

Internet
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang warga Kanada bernama Nathaniel Veltman (20) membunuh satu keluarga muslim dengan cara menabrak mereka dengan truk pickup di Kota London, Inggris.

Tampaknya, Veltman sengaja menabrak keluarga itu lantaran rasa bencinya terhadap muslim di Kanda.

Adapun satu keluarga yang tewas akibat aksi keji Veltman adalah Salman Afzaal (46), istrinya yang bernama Madiha Salman (44), putri mereka yang bernama Yumna Salman (15) dan neneknya yang berusia 74 tahun, Talat Afzaal. 

Sementara, anak bungsu mereka yang bernama Fayez selamat meski terluka parah tetapi diperkirakan akan pulih.

Dilansir dari Newsweek, Jumat (11/6/2021), usai membunuh satu keluarga itu, Veltman pun tertawa puas.

Saksi mata mengatakan, Veltman sempat membentak sopir taksi menelepon polisi agar dia bisa menyerahkan diri segera setelah serangan.

Presiden Yellow London Taxi Hasan Savehilaghi mengatakan kepada Associated Press bahwa salah satu pengemudi perusahaannya sedang menikmati rokok dan kopi dengan taksinya di tempat parkir mal yang kosong pada Minggu malam.

Polisi menuduh serangan itu adalah tindakan terencana yang menargetkan umat Islam.

Veltman akan kembali ke pengadilan pada 14 Juni.

Saat itulah pengemudi taksi melihat kerusakan parah di bagian depan truk pickup, serta adanya banyak darah, kata Savehilaghi. 

Sopir taksi menelepon 911 dan, saat berada di jalur dengan petugas operator, melihat sebuah mobil polisi lewat, Savehilaghi menceritakan.

Sopir taksi segera berlari mengejar petugas dan mengatakan kepadanya apa yang dia dengar dari pria di truk itu, kata presiden perusahaan. 

Petugas dan beberapa orang lainnya datang ke truk dan membawa pria itu keluar dari kendaraan, katanya.

Pria yang berada di truk pikap itu mengenakan helm militer dan tampak seperti rompi lapis baja, kata Savehilaghi, karyawannya menceritakan. 

Begitu polisi mengeluarkan barang-barang itu, sopir taksi "melihat tanda swastika di dada kaus (pria) itu," katanya.

"Dia tertawa sepanjang waktu dan dia meneriakkan sesuatu," dan meminta sopir taksi untuk merekam penangkapan dan "membuat film tentang dia," kata Savehilaghi.

Sementara itu, badan negara-negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, dengan keanggotaan 57 negara, mengutuk keras apa yang digambarkan sebagai "teroris keji yang dilakukan oleh seorang ekstremis" terhadap sebuah keluarga Muslim di Kanada.

Organisasi Kerjasama Islam meminta pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk mengatasi kebencian anti- Muslim, yang katanya menyebar di banyak negara di mana Muslim merupakan minoritas. 

Dalam pernyataannya yang dikeluarkan Kamis, OKI memperbarui seruannya pada PBB dan badan-badan global lainnya untuk mendeklarasikan 15 Maret sebagai hari melawan Islamofobia dan intoleransi umat Islam.(Tribunpekanbaru.com).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved