Breaking News:

Disaat Isu Sembako Kena Pajak Merebak, PPnBM 100 Persen untuk Mobil 1.500 cc Diperpanjang

berdasarkan informasi yang diterima Tribunnews.com, relaksasi PPnBM 100 persen untuk mobil 1.500 cc akan diperpanjang hingga Agustus 2021.

Editor: Firmauli Sihaloho
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Seorang pedagang sedang menata cabe merah di Pasar Agus Salim, Pekanbaru, Rabu (23/12/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir)  

TRIBUNPEKANBARU.COM - Saat ini isu bahwa sembako akan kena pajak merebak luar di masyarakat.

Tentu hal ini menjadi sorotan disaat masyarakat berjuang keluar dari himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Diberitakan, pemerintah berencana untuk mengenakan PPN pada barang-barang kebutuhan pokok atau sembako. Wacana tersebut tertuang dalam rancangan draf RUU KUP yang bocor ke masyarakat.

Di dalam draf revisi tersebut, sembako tak lagi termasuk dalam obyek yang PPN-nya dikecualikan.

Disaat yang sama, berdasarkan informasi yang diterima Tribunnews.com, relaksasi PPnBM 100 persen untuk mobil 1.500 cc akan diperpanjang hingga Agustus 2021.

Saat dikonfirmasi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membenarkan hal tersebut.

Baca juga: TERNYATA Inilah Makna Tersembunyi dari Surat Al Waqiah yang Tak Diketahui Banyak Orang

Baca juga: Pembunuh Driver Ojol Mengaku Ide Ingin Hilangkan Tubuh Korban Tiru Adegan Film

"Benar, untuk yang 100 persen," ungkap Menteri Agus Gumiwang saat dikonfirmasi Tribunnews, Sabtu (12/6/2021).

Adapun kebijakan ini sebelumnya

Pada Maret 2021 lalu, melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, Pemerintah resmi memberlakukan relaksasi PPnBM 100 persen untuk mobil baru.

Menurut aturan tersebut, relaksasi PPnBM tahap pertama akan berlaku dari Maret-Mei 2021 untuk mobil dengan kubikasi mesin 1.500 cc.

Baca juga: BREAKING NEWS: Arab Saudi Rilis Kuota Haji 2021, Cek Update Calon Jamaah Haji

Baca juga: Terdepak dari PM Israel, Nafsu Benjamin Netanyahu Disebut Masih Tinggi, Akan Jatuhkan Pemerintah

Baca juga: Pemilik Inter Milan kena Denda Rp 6,5 Triliun, Makin Terseok di Liga Italia

Relaksasi PPnBM ini diberikan kepada mobil dengan tingkat komponen lokal mencapai sebesar 70 persen.

Adanya insentif PPnBM 100 persen ini berhasil mendongkrak penjualan mobil secara retail sebesar 77.511 unit pada Maret 2021.

Angka ini meningkat sebanyak 65,1 persen dibanding Februari 2021 yang hanya mencapai sekitar 46.000 unit.

Memasuki periode kedua insentif PPnBM di bulan Juni-Agustus, konsumen otomotif harusnya hanya mendapatkan diskon 50 persen untuk setiap pembelian mobil baru 1.500 cc.

SUMBER

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved