Breaking News:

UPDATE Pungli di Tanjung Priok: Sosok Zainul, Sang Koordinator yang Punya Sepatu Rp 2 Juta

pada proses penangkapannya, polisi menyita barang bukti berupa sepasang sepatu yang diduga dibeli dari uang pungli.

Editor: Firmauli Sihaloho
KOMPAS.com/DJATI WALUYO
Tersangka kasus pungutan liar di sekitaran Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tanjung Priok menjadi sorotan usai penangkapa besar-besaran oleh Polisi terhadap aksi premanisme berkedok pungutan liar.

Dalam proses itu, Aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap koordinator pungli di Jakarta International Container Terminal (JICT) bernama, Achmad Zainul Arifin.

Dia ditangkap pada Jumat (11/6/2021) malam.

Penangkapan itu merupakan hasil pengembangan tujuh tersangka pungli sebelumnya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Putu Kholis mengatakan, pada proses penangkapannya, polisi menyita barang bukti berupa sepasang sepatu yang diduga dibeli dari uang pungli.

"Barang bukti satu buah sepatu bola merk Adidas berwarna hitam hasil pembelian uang pungli senilai Rp 2.700.000," katanya, Sabtu (12/6/2021) seperti dikutip dari Kompas.TV.

Baca juga: Dua Oknum Anggota DPRD Padang Mangkir Saat Dipanggil Polisi, Diduga Terlibat Kasus Berikut Ini

Baca juga: Mupeng Bahasa Gaul Adalah? Disini Dijelaskan Apa Itu Mupeng atau Mupeng Artinya Dalam Bahasa Gaul

Baca juga: Masih Menjadi Misteri, Benarkah Wanita ini Telah Melahirkan Bayi Kembar 10, Suaminya Ngaku Begini


Polres jakarta utara rilis(11/06) mengenai penangkapan 49 pelaku pungutan liar di pelabuhan tanjung priok. Pungutan yang ditarik kisaran 2000 rupiah sampai 20000 rupiah per pos penjagaan. (Sumber: ANGGI / KOMPAS TV)
Polres jakarta utara rilis(11/06) mengenai penangkapan 49 pelaku pungutan liar di pelabuhan tanjung priok. Pungutan yang ditarik kisaran 2000 rupiah sampai 20000 rupiah per pos penjagaan. (Sumber: ANGGI / KOMPAS TV) ()

Bukan hanya Adidas, polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp 600 ribu hasil pungli.

"Rinciannya, 120 lembar pecahan Rp 5.000," terang Putu.

Kata Putu, koordinator pungli tersebut menerima setiap uang hasil pungutan yang dilakukan oleh operator RTG. Nominalnya bervariatif dari Rp 5 ribu-Rp 20 ribu.

Baca juga: Gadis Cilik 11 Tahun Digauli Kakek-kakek Berusia 70 Tahun yang Mabuk Tuak Ballo

Baca juga: Piala Eropa 2020 Live Malam Ini, Prediksi Line-up Belgia Vs Rusia 

Baca juga: Rumah yang Dihuni Ular Ini Laku Terjual 51 Miliar, Peminatnya dari Hongkong sampai Amerika Serikat

"Dan yang bersangkutan tidak menentukan nilai nominal dan sehari-hari bisa mendapatkan sebesar Rp 100 ribu-Rp Rp 150 ribu," jelas Putu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved