Breaking News:

Penyiksaan Anak di Kuansing, Kronologi Bocah 11 Tahun Lolos dan Laporkan Tante yang Bunuh Kakaknya 

Bocah perempuan 11 tahun, korban penyiksaan anak di Kuansing, lolos dari cengkraman dan melaporkan sang tante ke polisi atas kematian kakaknya

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Ariestia
Ist
AL, gadis 11 tahun, kala menuntut penyidik dari Polres Kuansing ke kuburan kakaknya di kebun karet yang ada di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Bocah perempuan 11 tahun, korban penyiksaan anak di Kuansing, berhasil lolos dari cengkraman tantenya, dan melaporkan sang tante ke polisi atas kematian kakaknya.

Lepasnya AL, perempuan 11 tahun dari cengkraman DL, wanita 27 tahun dan BNZ, pria 27 tahun - yang merupakan tante dan pamannya - membuat AL membongkar kejahatan yang dilakukan DL dan BNZ.

Kematian sang kakak akibat penyiksaan secara sadis pun dibongkar.

Sang kakak yakni ML, perempuan 13 tahun, yang pada akhir 2019 lalu, dikuburkan dalam kondisi hidup disebuah kebun di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing.

AL dan ML mengalami penyiksaan secara berulang-ulang dari DL dan BNZ.

AL mengalami luka berat, patah tulang hidung dan banyak bekas luka ditubuhnya.

AL dan ML sendiri dititipkan kepada DL karena sang ayah masuk bui. Sang ibu sudah lama meninggal.

Ayah kedua anak tersebut yakni BL, divonis seumur hidup Oktober 2019 lalu oleh Pengadilan Negeri Teluk Kuantan.

Ia terlibat kasus pembunuhan suami DL.

Sedangkan BNZ merupakan suami baru DL.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved