Breaking News:

Tujuh Terduga Pelaku Pungli Sopir Truk CPO di Dumai Diamankan Polisi, Modus Penyiraman Jalan

Polres Dumai berhasil menangkap tujuh orang preman terduga pelaku pungli sopir truk CPO dengan menggunakan karcis

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Polres Dumai berhasil menangkap tujuh orang preman terduga pelaku pungli sopir truk CPO dengan menggunakan karcis di kawasan industri lubuk gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, Jumat (11/6/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Polres Dumai berhasil menangkap tujuh orang preman terduga pelaku pungli sopir truk CPO dengan menggunakan karcis di kawasan industri lubuk gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, Jumat (11/6/2021).

Mereka diciduk dalam operasi premanisme dan pungutan liar oleh Satreskrim polres Dumai bekerjasama dengan Polsek Sungai Sembilan.

Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira didampingi Wakapolres Dumai Kompol Sanny Handityo dan Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Fajri mengungkapkan, operasi tersebut dalam rangka menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tentang penindakan aksi premanisme dan pungli khususnya di wilayah hukum Kota Dumai.

"Ada tujuh orang berhasil kita amankan dalam kasus premanisme dengan cara melakukan pungutan liar menggunakan karcis yang dibuat oleh Koperasi, dengan jasa modus penyiraman jalan," katanya, Sabtu malam (12/6/2021) di Mapolres Jalan Jenderal Sudirman, Kota Dumai.

Ia menambahkan, para tersangka diamankan di Jalan PU Lama Nerbit Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai pada Jumat (11/6/2021) sekitar Pukul 11.00 wib. Tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, ke tujuh tersangka adalah JU (50) berperan sebagai Ketua koperasi Karya Bakti Jaya Bersama, JH (19) berperan sebagai juru kutip uang dan karcis siram air pada waktu siang hari.

Kemudian AM (26) berperan sebagai juru kutip uang dan karcis siram air pada waktu malam hari. AR (53) berperan Sebagai pengambil uang setoran hasil pengutipan.

"HA (42) berperan sebagai koordinator lapangan bersama tersangka lainnya inisial HM (52) dan JF (38)," terangnya.

AKBP Andri menerangkan, kronologi pengungkapan ini, bermula pada Jumat (11/6/2021) sekitar Pukul 11.00 wib di Jalan PU lama nerbit pelapor sedang melewati jalan mengendarai mobil tangki dan pelapor hendak memasuki area perusahaan PT. Ivomas.

Saat itu, tambahnya, pelapor dimintai uang Rp10.000 oleh terlapor untuk jasa penyiraman jalan dan jika tidak diberi uang siram jalan maka supir tidak diperbolehkan melewati jalan masuk ke perusahaan tersebut

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved