Breaking News:

DPRD Pekanbaru

37 Pasangan Mesum Ditangkap Lagi di Hotel Sabrina, DPRD Pekanbaru: Tindak Pengelolanya

Hotel kelas melati di Kota Pekanbaru, kembali terbukti menjadi sarang prostitusi pasangan mesum.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
FOTO ILUSTRASI - Tim Raimas Bono DitSamapta Polda Riau melakukan penggerebekan sejumlah hotel di Pekanbaru, Senin (10/5/2021) dinihari. (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hotel kelas melati di Kota Pekanbaru, kembali terbukti menjadi sarang prostitusi pasangan mesum.

Ini dibuktikan dengan hasil razia Tim Raimas Ditsamapta Polda Riau, di Hotel Sabrina Panam, Senin dini hari  (14/6/2021).

Hasilnya ditemukan 37 muda mudi tanpa status pernikahan sah.

Kondisi ini kembali memantik respon kalangan DPRD Pekanbaru. Pimpinan DPRD Pekanbaru T Azwendi Fajri SE menegaskan, bahwa pengungkapan kasus prostitusi di Hotel Sabrina di Pekanbaru, sudah berulang kali tertangkap.

Harusnya, ada action nyata dari Pemko Pekanbaru, dalam hal penindakan. Baik pencabutan izin, atau pun penutupan sementara usahanya. Sebab, jika dibiarkan, maka seperti ini terus kejadiannya.

"Karena sudah berulang kali, maka kita sarankan tidak hanya izin dicabut. Tapi juga tindak pengelolanya. Karena sudah ada indikasi permainan di sana. Buktinya, setiap kali razia, selaku ada pasangan mesum," tegas Azwendi kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (14/6/2021).

Lebih dari itu, pasangan mesum yang ditangkap tersebut, di antaranya dipastikan ada yang sengaja standby di hotel tersebut. Ini dibuktikan dalam setiap kali razia, selalu disita alat kontrasepsi dalam jumlah banyak.

"Pengawasannya perlu diperketat. Maka yang sudah terbukti, jangan tunggu waktu lagi. Tutup aktivitas hotel, pemiliknya ditindak secara aturan," sebutnya.

Diakui Politisi Demokrat ini, untuk kasus prostitusi ini, DPRD banyak menerima laporan dari masyarakat. Karena selama ini, terkesan dibiarkan dan tutup mata.

"Kami minta agar Pemko harus koordinasi dengan kepolisian segera. Tak usah tunggu waktu lagi," harapnya.

Selain hotel Sabrina, Azwendi juga  mensinyalir masih banyak hotel di Pekanbaru belum memiliki izin resmi. Sebagai contoh, ada ruko yang dijadikan  hotel kelas melati.

"Pada saat mengajukan izin mendirikan bangunan (IMB), hotel tersebut hanya mengajukan izin ruko). Tapi kemudian berubah fungsi menjadi hotel. Ini harus ditindaklanjuti, karena bisa saja nantinya akan semakin banyak ruko yang beralih fungsi," paparnya. (Tribunpekanbaru.com /Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved