Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Video Berita

VIDEO: Diskes Pelalawan Minta Rumah Sakit Beri Surat Keterangan Bagi Pasien Covid-19 Selesai Isolasi

Seorang penyintas Corona kurang diterima di masyarakat selama surat yang menyatakan sembuh tidak dikantongi

Penulis: johanes | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI-- Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan Riau meminta seluruh Rumah Sakit (RS) yang menjadi rujukan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) untuk memberikan surat keterangan kepada pasien Covid-19 yang telah selesai isolasi.

Hal itu telah disampaikan Diskes Pelalawan pada pertemuan dengan semua RS yang menangani kasus Covid-19 di Pelalawan yakni RS Efarina, RS Amalia Medika, dan RSUD Selasih Pangkalan Kerinci.

Hal ini menyusul banyaknya masyarakat yang bertanya-tanya mengenai surat keterangan kepada pasien Covid-19 yang pulang ke rumah.

Seorang penyintas Corona kurang diterima di masyarakat selama surat yang menyatakan sembuh tidak dikantongi.

"Itu sudah saya minta kepada rumah sakit. Pasien yang pulang dibekali surat keterangan sudah sembuh.

Itu sangat penting ketika kembali ke masyarakat," terang Kepala Diskes Pelalawan, Asril M.Kes, kepada tribunpekanbaru.com, Senin (14/06/2021).

Asril menyebutkan, proses pengobatan pasien di ruang isolasi RS cukup terbatas berdasarkan aturan saat ini. Kemudian daya tahun tubuh sang pasien juga menentukan tingkat kesembuhannya setelah terinfeksi virus corona.

Jika telah sembuh berdasarkan hasil swab test pasien dipulangkan dengan surat keterangan.

Namun apabila belum sembuh dan harus dipulangkan juga musti dibekali surat keterangan yang mengharuskan pasien bersangkutan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sehingga penanganannya jelas dan terarah serta tidak menularkan ke orang lain.

"Untuk kasus belum sembuh tapi sudah pulang dari RS, kita siapkan Hotel isolasi. Bisa dirawat di sana sebagai pasien OTG," tambah Asril.

Asril mengklaim jika kasus harian Covid-19 di Pelalawan jauh menurun dibanding bulan Mei lalu.

Mempengaruhi jumlah kasus aktif yang saat ini masih belum sembuh di Pelalawan.

Seperti hari ini, pasien baru yang bertambah hanya delapan orang dan pasien yang meninggal satu orang.

Penurunan ini disebabkan beberapa faktor yakni pemberlakukan jam malam, pendirian posko PPKM, serta razia masker, hingga penyekatan yang masih dijalankan tim Yustisi Covid-19.

Warga dinilai semakin peduli dan sadar terhadap pandemi Covid-19 yang belum bisa ditangani sepenuhnya. Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) juga semakin tinggi termasuk di tempat-tempat keramaian.

"Kasus harian di Pelalawan menduduki posisi terakhir se- Riau. Tetapi sampai saat ini kita masih zona orange Covid-19," tegasnya.

( Tribunpekanbaru.com /Johannes Wowor Tanjung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved