Breaking News:

Berawal dari Saling Tatap hingga Picu Pemukulan, Meresahkan,Premanisme dan Pungli Marak di Bengkalis

Berawal dari saling tatap hingga picu pemukulan, meresahkan, aksi premanisme dan pungli marak di Bengkalis, apa upaya polisi?

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Berawal dari Saling Tatap hingga Picu Pemukulan, Meresahkan,Premanisme dan Pungli Marak di Bengkalis. Foto: Polres Bengkalis merilis 29 pelaku premanisme dan pungli di Mandau, Bengkalis, Selasa (15/6/2021) sore. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MANDAU - Berawal dari saling tatap hingga picu pemukulan, meresahkan, aksi premanisme dan pungli marak di Bengkalis, apa upaya polisi?

Polres Bengkalis membuktikan keseriusannya dalam melakukan penertiban premanisme dan ungutan liar atau pungli di Bengkalis, Riau.

Bukti keseriusan tersebut yakni Satreskrim Polres Bengkalis mengamankan sebanyak 29 orang yang meresahkan masyarakat dalam beberapa hari belakangan ini.

Satreskrim Polres Bengkalis merilis penangkapan aksi premanisme dan pungli tersebut di Polsek Mandau, Selasa (15/6/2021) sore.

Sebanyak 29 orang yang diamankan ini polisi sesuai instruksi Kapolri untuk memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan melalui Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi menjelaskan, bahwa pihaknya berhasil mengamankan warga yang terlibat aksi premanisme yang dinilai sangat meresahkan.

"Selama 3 hari, kami berhasil mengamankan sebanyak 29 orang yang diduga melakukan kegiatan premanisme dan pungli," kata Meki, Selasa (15/6/2021) sore.

"Dari 29 orang ini, kami menetapkan 4 tersangka dari empat laporan polisi," sambungnya.

Untuk yang empat laporan polisi itu, satu laporan diproses di Polres Bengkalis, dua tangani di Polsek Mandau dan satu laporan di tangani Polsek Pinggir.

"Dari empat laporan polisi ini diantaranya terkait penganiayaan, penganiayaan tersebut berawal dari aksi saling tatap di jalan," ujarnya.

"Kemudian terjadi percekcokan dan saling dorong-dorongan dan pemukulan. Selain itu juga laporan yang ditangani berupa pengancaman," tambah Kasat.

Serta satu laporan yang ditangani polisi berupa kasus pungli yang terjadi di kawasan pabrik kelapa sawit Simpang Bangko, Kecamatan Duri.

Sisa dari empat tersangka ini, polisi melakukan pembinaan intensif.

"Pelaku premanisme ini di dominasi anak anak jalanan. Untuk sanksinya dari laporan pemerasan 368 KUHP dan penganiayaan 351 KUHP," ujarnya.

( Tribunpekanbaru.com / Muhammad Natsir )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved