Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Gubri Syamsuar Ajak Tokoh Agama Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Gubri Syamsuar kesal, bahkan sampai menyebut ulama dan mubalig yang tidak percaya dengan Covid-19 tersebut hanya mencari sensasi dan ketenaran saja.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengungkapkan, kondisi Pandemi Covid-19 di Riau hingga saat ini masih tinggi.

Meski sempat mengalami penurunan, namun secara umum kasus Covid-19 di Riau masih tinggi dan mengkhawatirkan.

"Penyebabnya kecuaian dan abai terhadap imbauan pemerintah. Masih banyak orang tak percaya, banyak berita bohong dan masih ada beberapa pihak yang menyampaikan hal-hal yang tak masuk akal terkait dengan Pandemi Covid-19," kata Gubri Syamsuar saat membuka gerakan nasional penanggulangan Pandemi Covid-19 berbasis fatwa MUI, di Hotel Arya Duta Pekanbaru, Rabu (16/6/2021).

Akibat banyaknya berita bohong yang disebarkan melalui medsos tersebut, membuat masyarakat awam semakin tidak percaya dengan adanya Covid-19 ini. Ditambah lagi masih ditemukannya adanya beberapa ustadz dan mubalig yang juga tidak percaya dengan adanya Covid-19 ini.

"Pemahaman kita kepada masyarakat harus sama, kalau ada ustadz yang membuat ketidakpercayaan, itu akan berpengaruh terhadap prilaku masyarakat, jadi perlu diberikan edukasi yang sebenarnya kepada ulama agar bisa menyampaikan yang sebenarnya kepada masyarakat," ujarnya.

Gubri Syamsuar kesal, bahkan sampai menyebut ulama dan mubalig yang tidak percaya dengan Covid-19 tersebut hanya mencari sensasi dan ketenaran saja.

"Jangan-jangan yang tidak percaya ini hanya mencari popularitas saja, karena terkesan melawan dan menolak," katanya.

Gubri Syamsuar kemudian memberikan contoh bagaimana arab Saudi yang menjadi pedoman para ulama di Indonesia ternyata jauh lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Sehingga tidak ada alasan para para ustadz maupun mubalih menyampaikan kabar bahwa Covid-19 tidak ada.

Arab Saudi saja khawatir, bahkan jemaah haji saja dibatasi. Di Aab Saudi itu jarak shaf solatnya hampir dua meter, semua pakai masker," katanya.

Selain peran ulama, Gubri Syamsuar juga meminta kepada dokter - dokter yang ada di Riau agar mengedukasi kepada masyarakat terkait bahaya Covid-19 dan cara pencegahanya. Sehingga masyarakat percaya dengan adanya Covid-19 ini dan mereka patuh serta disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Kami minta juga kepada Dokter-dokter kiranya bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat, karena kalau kita yang menyampaikan kadang tidak percaya, agar semua masyarakat percaya, bahwa virus ini memang ada," kata Gubri Syamsuar . (Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved