Breaking News:

Pemberlakuan PKM Mikro di Siak Diperpanjang,Sampai Kapan? Belum Ditentukan,Begini Penjelasan Sekda

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di kabupaten Siak diperluas dan diperpanjang

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Pemberlakuan PKM Mikro di Siak Diperpanjang,Sampai Kapan? Belum Ditentukan,Begini Penjelasan Sekda. Foto:Sekda Siak Arfan Usman mengikuti rakor evaluasi perkembangan PPKM Mikro di 34 provinsi secara virtual. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di kabupaten Siak diperluas dan diperpanjang. Batas waktu perpanjangan ini belum dapat ditentukan.

“Ini instruksi Mendagri pada saat rapat koordinasi (Rakor) evalusi perkembangan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di 34 provinsi,"kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak Arfan Usman, Rabu (16/6/2021).

"Rakor ini kita hadiri secara virtual, bahkan ada juga Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto pada Rakor ini,” sambungnya.

Arfan menjelaskan Mendagri dapam Rakor ini memerintahkan kepada seluruh pimpinan daerah di Indonesia untuk memperpanjang dan memperluas penerapan PPKM Mikro.

Instruksi ini berlalu pada 1 Juni 2021.

Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto secara jelas juga menegaskan, Per 1 Juni 2021, 34 provinsi di Indonesia seluruhnya harus menindaklanjuti penerapan PPKM Mikro.

“Tentu kita di daerah juga wajib mengikuti dan melaksanakannya,” tegas Arfan.

Menurutnya, pelaksanaan PPKM Mikro di Kabupaten Siak sendiri telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Bupati Siak Nomor 100/Setda-Adminpem/144.

Tentang pelaksanaan protokol kesehatan. Terhitung 31 Mei 2021 di Siak telah dilaksanakan PPKM Mikro sesuai dengan Surat Edaran Bupati tersebut.

“Kita lihat sekarang ini kasus Covid-19 di Siak mulai melandai, ini juga kita lihat dalam rakor tadi bahwa Provinsi Riau dalam dua minggu terakhir mengalami penurunan kasus Covid-19 sebesar 2,03%," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved