Breaking News:

Seorang Pria di Inhil Sakit Pasca Vaksin Covid-19, Dinkes Inhil Beri Klarifikasi Penyebabnya

Dinkes Inhil memberikan klarifikasi terkait kondisi seorang warga yang mengalami sakit pasca di vaksinasi Covid 19.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Ariestia
LLUIS GENE / AFP
FOTO ILUSTRASI - Vaksinasi. Dinkes Inhil memberikan klarifikasi terkait kondisi seorang warga yang mengalami sakit pasca di vaksinasi Covid 19. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memberikan klarifikasi terkait kondisi seorang warga yang mengalami sakit pasca vaksin Covid-19.

Kepala Dinkes (Kadinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dr. H. Afrizal D, membeberkan, pria berinsial SS (56) yang di klaim sakit pasca di vaksinasi memang telah memiliki riwayat sakit hipertensi.

“Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) umumnya terjadi sesaat setelah penyuntikan atau paling tidak 3 jam setelahnya. Pada kasus SS (56), diketahui gejala sakit muncul 3 hari pasca penyuntikan vaksin Covid-19,” beber Afrizal, Kamis (17/6/21).

Berdasarkan hal tersebut diatas, Afrizal menambahkan, pihak medis menyimpulkan sakit yang diderita pasien SS bukan merupakan efek dari vaksinasi Covid-19.

“Faktanya, pria yang merupakan seorang Ketua RT di wilayah Kecamatan Tembilahan itu divaksin pada tanggal 20 Mei. SS kini dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan,” tutur dr Afrizal.

Afrizal menyatakan, diagnosa menderita stroke karena hipertensi atau Hemiparese dextra EC stroke dan hipertensi emergency.

“Pasien SS telah dirawat selama 9 hari di RSUD Puri Husada Tembilahan terhitung sejak 23 Mei lalu. Pasien mengalami lemah tangan dan kaki kanan, sering sakit kepala sebagai tanda-tanda gejala penyakit stroke,” ungkap dr Afrizal.

Lebih lanjut, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil, Trio Beni Putra mengharapkan kebijaksanaan masyarakat dalam menerima informasi, khususnya seputar vaksinasi Covid-19.

“Masyarakat diharapkan tidak berspekulasi, seperti dalam kasus pasien SS sebelum adanya hasil diagnosa atau kesimpulan oleh pihak yang berkompetensi dan berkualifikasi. Kalau tanpa dasar, nanti jadinya fitnah,” tutur Trio. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved