Breaking News:

WHO Kembali Desak China untuk Transparan dalam Upaya Mengungkap Asal Mula Coronavirus

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mendesak China untuk mengungkap asal mula Virus Corona, Covid-19, Coronavirus.

Penulis: Ilham Yafiz | Editor: Ilham Yafiz
Handout / Organisasi Kesehatan Dunia / AFP
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) kembali mendesak China untuk mengungkap asal mula Virus Corona, Covid-19, Coronavirus.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan teori kebocoran laboratorium Wuhan tidak dapat dikesampingkan dan bahwa China harus membantu memecahkan misteri dari mana Covid berasal.

Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak lebih banyak "transparansi" dari China dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.

Ia menyebut jika China tidak sepenuhnya bekerja sama dalam hal ini.

Dari mana asal Covid-19 masih belum dapat dipastikan meskipun dua teori utama telah muncul.

Teori itu, mengungkap asal virus dari kontak hewan di pasar basah di Wuhan atau kebocoran dari laboratorium penelitian di kota China tersebut.

Foto ini diambil pada 3 Februari 2021, memperlihatkan Peter Daszak (kanan), Thea Fischer (kiri) dan anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lainnya yang menyelidiki asal-usul virus corona COVID-19, tiba di Institut Virologi Wuhan di Wuhan di provinsi Hubei tengah China.
Foto ini diambil pada 3 Februari 2021, memperlihatkan Peter Daszak (kanan), Thea Fischer (kiri) dan anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lainnya yang menyelidiki asal-usul virus corona COVID-19, tiba di Institut Virologi Wuhan di Wuhan di provinsi Hubei tengah China. (HECTOR RETAMAL / AFP)

China telah berulang kali menyatakan tidak bertanggung jawab atas pandemi global dan menolak teori konspirasi yang mengatakan Coronavirus itu dibuat oleh manusia.

Presiden AS Joe Biden bulan lalu memerintahkan badan-badan intelijen AS untuk melaporkan dalam tiga bulan ke depan apakah Covid-19 muncul dari hewan atau selama kecelakaan laboratorium.

Dilansir dari Thesun, Kamis (17/6/2021), Dr Tedros, berbicara pada briefing KTT G7, mengatakan kemungkinan itu berasal dari kebocoran laboratorium tidak dikesampingkan dan bahwa "setiap hipotesis harus terbuka".

Dia mengatakan bahwa sejauh ini 3,75 juta orang telah meninggal karena virus dan setidaknya 174 juta dipastikan telah tertular penyakit tersebut

Dia berkata: "Saya pikir rasa hormat yang pantas diterima orang-orang ini adalah mengetahui apa asal mula virus ini sehingga kita dapat mencegahnya terjadi lagi."

Dr Tedros juga menyarankan tidak ada cukup "transparansi dan kerja sama" dari China pada tahap awal penyelidikan.

Dia menambahkan: “Kami membutuhkan kerja sama dari pihak Tiongkok. Kita perlu transparansi untuk memahami dan mengetahui atau menemukan asal usul virus ini.

“Ada kesulitan dalam berbagi data, terutama data mentah… (kami) berharap tahap berikutnya akan ada kerja sama dan transparansi yang lebih baik.”

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved