Breaking News:

2 Warga Riau Meninggal Usai Divaksin Covid-19,Sempat Demam dan Kejang,Anggota Dewan Ingatkan Hal Ini

Dua warga Riau meninggal dunia usai divaksin Covid-19, sempat demam dan kejang, anggota dewan ingatkan hal ini

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/NASUHA NASUTION
2 Warga Riau Meninggal Usai Divaksin Covid-19,Sempat Demam dan Kejang,Anggota Dewan Ingatkan Hal Ini. Foto: Anggota Komisi V DPRD Riau Abu Khoiri. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dua warga Riau meninggal dunia usai divaksin Covid-19, sempat demam dan kejang, anggota dewan ingatkan hal ini.

Dua warga Riau meninggal setelah menjalani vaksinasi, dua orang yang meninggal di Riau usai divaksin Covid-19.

Keduanya merupakan warga Kabupaten Indragiri Hulu ( Inhu) dan Rokan Hulu (Rohul).

Riwayatnya mereka mengalami gejala demam, meriang hingga kejang setelah satu minggu divaksin Covid-19.

Setelah dirawat dan dilakukan observasi, tim dokter menyimpulkan bahwa pasien ini meninggal dunia bukan karena efek dari vaksin yang disuntikkan.

Namun karena penyakit bawaan atau komorbid yang selama ini sudah diderita oleh pasien tersebut, yakni diabetes dan hipertensi.

Menanggapi kejadian ini, anggota Komisi V DPRD Riau Abu Khoiri menyayangkan sampai ada kejadian ini, karena seharusnya bila dijalankan sesuai SOP yang ada dalam vaksinasi, kejadian seperti ini bisa dihindari.

"Kita menyayangkan, seharusnya kan ada langkah penanganan yang dilakukan sebelum pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat,"ujar Abu Khoiri kepada tribubpekanbaru.com Kamis.

Menurut Abu Khoiri, standar penanganan bagi masyarakat yang menjalankan vaksinasi sudah ada, mulai dari pengecekan kondisi kesehatan hingga situasi fisik bersangkutan harus dicek terlebih dahulu.

"Jadi gulanya harus dicek, tensinya juga harus dinyatakan aman, karena kita tidak ingin kejadian seperti ini, siapa yang bertanggungjawab,"ujar Abu Khoiri.

Abu Khoiri berharap kejadian ini jangan sampai terulang lagi di Riau, petugas harus menjalankan standar pelayanan vaksin yang ada, sesuai dengan acuan yang diterbitkan pemerintah.

"Sehingga masyarakat juga tidak dibuat ragu untuk ikut vaksin, karena kalau ada peristiwa begini berdampak terhadap kepercayaan masyarakat, jangan sampai terjadi lagi,"ujarnya.

Artinya perlu kehatian-hatian petugas yang menjadi vaksinator, juga memastikan masyarakat yang divaksin sehat, tak miliki komorbid dan pastinya sehat.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved