Breaking News:

Bupati Kuansing Diduga Diperas

Bupati Diminta Rp1,4 M, Hendra Diperas 3 M untuk Ini,Kepala BPKAD Kuansing Nonaktif Laporkan Kajari

Kalau Bupati Andi diminta Rp1,4 M, Hendra diperas Rp3 M untuk hal ini. Kepala BPKAD Kuansing nonaktif laporkan Kajari

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Bupati Diminta Rp1,4 M, Hendra Diperas 3 M untuk Ini,Kepala BPKAD Kuansing Nonaktif Laporkan Kajari. Foto : Kepala BPKAD Kuansing nonaktif, Hendra AP (di belakang bupati) bersama bupati Kuansing, Andi Putra melaporkan Kajari Kuansing ke Kejati Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Kalau Bupati Andi diminta Rp1,4 M, Hendra diperas Rp3 M untuk hal ini. Kepala BPKAD Kuansing nonaktif laporkan Kajari.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing, Hadiman SH, MH dituding mencoba memeras Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuansing nonaktif, Hendra AP sebesar Rp 3 miliar.

Permintaan duit itu agar kasus yang melilit Hendra AP dihentikan.

Akibat permintaan sejumlah uang tersebut, Jumat siang (18/6/2021), Hendra AP pun melaporkan Kajari Hadiman SH, MH ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Hendra AP sendiri melaporkan Kajari Hadiman ke Kejati Riau bersama bupati Kuansing, Andi Putra.

Sang bupati juga melaporkan kasus pemerasan yang dilakukan Kajari Hadiman.

"Klien saya tadi melaporkan Kajari Kuansing Hadiman SH, MH. Terkait dugaan percobaan pemerasan," kata pengacara Hendra AP, Risky Piliang, Jumat (18/6/2021) kepada Tribunpekanbaru.com .

Permintaan sejumlah uang terhadap Hendra AP tersebut terkait kasus yang melilitnya.

Hendra AP memang terlilit kasus dugaan penyelewengan dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) di BPKAD Kuansing tahun 2019.

Risky menceritakan permintaan sejumlah uang tersebut terjadi pada Januari 2021 lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved