Breaking News:

Bupati Kuansing Diduga Diperas

Bupati Kuansing Diduga Diperas, Kajari Kuansing Membantah: Panik, Ingin Membunuh Karakter Saya

Ramai soal Bupati Kuansing diduga diperas, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing, Hadiman, SH, MH membantah

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Palti Siahaan
Bupati Kuansing Andi Putra (baju kuning), Jumat siang (18/6/2021) bersama Kepala BPKAD Kuansing non aktif melaporkan Kajari Kuansing Hadiman SH, MH ke Kejati Riau terkait dugaan pemerasan. Ramai soal Bupati Kuansing diduga diperas, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing, Hadiman, SH, MH membantah melakukan pemerasan terhadap Bupati Andi Putra dan kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuansing non aktif, Hendra AP. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Ramai soal Bupati Kuansing diduga diperas, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing, Hadiman, SH, MH membantah melakukan pemerasan terhadap Bupati Andi Putra dan kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuansing non aktif, Hendra AP.

"Bahwa apa yang dilaporkan Andi Putra dan Hendra AP adalah sepertinya sebuah kepanikan dengan cara ingin membunuh Karakter saya sebagai Kajari Kuansing," kata Hadiman pada Tribunpekanbaru.com, Jumat malam (18/6/2021).

Andi Putra dan Hendra AP pada Jumat siang (18/6/2021), secara bersamaan melaporkan Hadiman ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Pelaporan terkait dugaan pemerasan yang dilakukan Hadiman terhadap keduanya, dalam kasus yang berbeda.

Hadiman menerangkan kedua orang ini tersangkut masalah hukum yang saat ini sedang diproses.

"Kalau Andi Putra diperiksa sebagai saksi dalam kasus Ruang pertemuan hotel Kuansing tahun 2015 dan juga Andi putra juga diperiksa dalam kasus pasar Modren 3 pilar," ujarnya.

Sedangkan Hendra AP salaku kepala BPKAD Kuansing non akrif, masih sebagai saksi dalam kasus SPJ fiktif tahun anggaran 2019.

"Namun pernah menyandang status sebagai tersangka dengan kasus yang sama. jika saya dilaporkan kedua orang tersebut karena kasus pemerasan, kasus apa saya melakukan pemerasan? Bagaimana cara saya melakukan pemerasan? Apakah uang yang minta sudah diterima?, tanya Hadiman.

Ia pun mengajak untuk peepikir secara akal sehat. "Secara akal sehat tidak mungkin kasus 6 kegiatan Setdakab tahun 2017 yang sudah begitu lama kok baru muncul pemerasan? Begitu juga kasus 3 pilar khusus ruang pertemuan hotel Kuansing yang sudah lama dan saat ini sudah bergulir di persidangan. Kok sekarang baru dikatakan pemerasan? Begitu juga kasus BPKAD tahun 2019, yang saat ini masih penyidikan," kata Hadiman.

Hadiman lalu membawa-bawa kasus ruang pertemuan hotel. Padahal, bupati Andi Putra dalam laporannya ke Kejati Riau, terkait kasus makan minum di Setdakab 2017.

Hadiman juga membahas soal Oji Syahputra. Oleh Andi Putra, Oji disebut sebagai perantara permintaan sejumlah uang ke Andi Putra terkait kasus korupsi makan minum 2017.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved