Breaking News:

Lapor Pak Jokowi! Mubazir, Aset Senilai Rp 30 M Milik Kementerian ESDM di Riau Bak Kandang Kambing

Lapor Pak Jokowi! Dinilai mubazir, karena aset senilai Rp 30 miliar milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau Kementerian ESDM di Riau

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nolpitos Hendri
TribunPekanbaru/Guruh BW
Lapor Pak Jokowi! Mubazir, Aset Senilai Rp 30 M Milik Kementerian ESDM di Riau Bak Kandang Kambing. Foto: Stasiun PLTS-PLTD proyek Kementerian ESDM di Teluk Samak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti belum juga difungsikan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Lapor Pak Jokowi! Dinilai mubazir, karena aset senilai Rp 30 miliar milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau Kementerian ESDM di Riau bak kandang kambing.

Diketahui, aset senilai Rp 30 milair itu adalah berupa dua unit Hybrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS ) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Kini, aset senilai Rp 30 miliar itu hingga saat ini tak berfungsi, padahal PLTS tersebut telah dibangun sejak tahun 2015 silam.

Pembangunan PLTS itu digagas oleh Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE). 

Total anggaran yang digelontorkan untuk dua unit PLTS yang berada di Desa Lemang Kecamatan Rangsang Barat, dan Desa Teluk Samak Kecamatan Rangsang tersebut, tidak kurang dari Rp 30 milliar rupiah.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat agar aset kementerian ESDM bisa berfungsi.

Namun dari informasi terakhir yang diterima, pihak Direktorat EBTKE tidak sanggup mengoperasikan pembangkit listrik tersebut dengan sejumlah kendala teknis. 

Hal tersebut diakui oleh Kabag Ekonomi dan SDA Setdakab Kabupaten Kepulauan Meranti Abu Hanifah Jumat (18/6/2021). 

Dia mengungkapkan jika pihak kementerian berulang kali menawarkan untuk menghibahkan aset tersebut kepada mereka, namun ditolak.

Ia mengaku sempat meminta pihak Direktorat Jendral EBTKE merevitalisasi aset melalui APBN dan segera menerbitkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) PLTS terkait agar bisa terintegrasi dengan pembangkit milik PLN, sehingga aset yang diterima, benar-benar fungsional. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved