Breaking News:

Bupati Kuansing Diduga Diperas

Penasehat Hukum Bupati Kuansing Sebut Akan Ada Laporan Dugaan Pemerasan Lain dari Kades Hingga Nakes

Selain Bupati Kuansing, kuasa hukum menyebut nantinya sejumlah pihak akan turut melapor dugaan pemerasan ke Kejati Riau.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU/RIZKY ARMANDA
Bupati Kuansing Andi Putra (kemeja putih), saat hendak meninggalkan Kantor Kejati Riau usai membuat laporan, Jumat (18/6/2021). Selain Bupati Kuansing, kuasa hukumnya menyebut nantinya sejumlah pihak akan turut melapor dugaan pemerasan ke Kejati Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Selain Bupati Kuansing, Andi Putra yang melaporkan dugaan pemerasan oleh oknum jaksa di Kejari Kuansing yang dialaminya, nantinya sejumlah pihak akan turut melapor ke Kejati Riau.

Penasehat hukum Andi Putra, Dodi Fernando menuturkan, laporan-laporan dugaan pemerasan lainnya, dalam waktu dekat juga akan masuk ke Korps Adhyaksa Riau.

"(Dugaan pemerasan) dialaminya juga oleh beberapa orang Kepala Desa (Kades) dan tenaga kesehatan (Nakes) di Kuansing. Dan itu dalam minggu depan akan dilaporkan," jelas Dodi, ditemui usai mendampingi kliennya, Bupati Kuansing, Andi Putra ke Kejati Riau, Jumat (18/6/2021).

Ditanyai apakah ada barang bukti yang turut dibawa dalam membuat laporan, disebutkan Dodi, pihaknya dalam tahap awal ini hanya mengajukan untuk dihadirkan saksi terlebih dahulu.

"Ada beberapa orang saksi, termasuk saksi itu mantan pegawai honorer Kejaksaan (Kuansing) yang diperintahkan untuk meminta uang Rp1 miliar kepada Pak Bupati," bebernya.

"Tadi setelah kami sampaikan laporan, kami juga menunggu surat panggilan kami, nanti kami bawa juga bukti-bukti terkait persoalan ini," sambung Dodi.

Dugaan pemerasan diungkapkannya, sudah berjalan sejak penanganan kasus di Kejari Kuansing, mulai 2020 sampai saat ini.

"Kalau (kasus) yang Sekretariat DPRD sekarang, itu prosesnya baru pertengahan bulan ini dilakukan pemerasan. Dan terakhir itu, deadline untuk menyerahkan uang Rp400 juta itu tanggal 22 Juni ini. Makanya kami karena tidak ingin ada keadaan yang tidak kondusif, dan aparatur sipil negara itu tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya, makanya kami ambil tindakan," tegasnya.

Dalam penyampaiannya, Dodi juga turut menyebut-nyebut ada oknum Kasi di Kejari Kuansing yang diduga ikut terlibat dugaan pemerasan.

"Oknum Kasi Pidsus yang saat ini, yang sekarang," ucap dia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved